Kepala Dispermasdes: Kabupaten Kendal Dinyatakan Desa Bebas Tertinggal

0
1.513 views


Kendal, Investigasinews.net-Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa( Dispermasdes) Kabupaten Kendal, Rabu(14/11) gelar Bursa Desa Inovasi di lapangan Desa Sambongsari, Kecamatan Weleri.

Ada 8 desa yang dinyatakan sebagai desa mandiri dan 2 desa masuk 100 desa inovatif terbaik di Indonesia yaitu Desa Karangdowo dan Nawangsari.

“Kabupaten Kendal pada tahun 2018 ini, sudah dinyatakan bebas desa tertinggal, padahal pemerintah pusat menargetkan Indonesia bebas desa tertinggal itu pada tahun 2020 mendatang, jadi Kabupaten Kendal bisa lebih cepat” kata Kepala Dispermasdes Kabupaten Kendal, Subaedi.

Menurut Subaedi, Pememerintah Kabupaten Kendal, juga memberikan penghargaan kepada Desa Bringinsari Kecatan Sukorejo sebagai Desa Inovasi yang telah membuat Perdes tentang larangan menjual Mira.

Tak hanya itu, Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari juga mendapat penghargaan desa Inovasi bidang pemberdayaan usaha ekonomi desa.

Desa Tambaksari ini pada APBDes 2018 yang terbesar mengalokasikan anggarannya untuk program pemberdayaan masyarakat, sebesar 8 persen lebih.

“Selama tiga tahun, Dana Desa bergulir anggarannya 98 persen digunakan untuk pembangunan fisik, sedangkan yang 2 persen untuk program pemberdayaan masyarakat,”ujar Subaedi.

Bupati Kendal Mirna Annisa mengatakan, dengan digelarnya Bursa Desa Inovasi ini, diharapkan antar desa bisa saling berbagi ilmu, saling interaksi atau saling membagi program.

Selain itu, juga bisa meniru atau mengadopasi inovasi dari desa lain untuk diterapkan di desanya.

“Saya berharap, agar kegiatan seperti ini bisa terus berjalan, sehingga satu sama lain saling mengisi untuk bersama-sama memajukan desa,” kata Mirna Annisa.

Mirna Annisa mengapresiasi kepada para kades yang telah bekerja maksimal dalam memajukan desanya masing-masing, karena para kades inilah yang selama ini sebagai penglima dalam memajukan desa.

Kepala Dispermades Dukcapil Provinsi Jateng Suharyanto mengatakan bahwa, banyak potensi luar biasa yang ada di desa-desa.

“Dengan banyak potensi tersebut, pihak desa bisa bergerak demi memajukan desanya sehingga menjadi potensi yang berdaya guna,”kata Suharyanto.

Suharyanto berharap, inovasi tersebut bisa terus berjalan dengan baik mengikuti dengan perkembangan zaman.(Andrew. S)

Tinggalkan Balasan