Wakil Bupati Masrur Maskur: Perangi Kebodohan Lewat Pendidikan

0
290 views

Kendal, Investigasinews.net-Upacara Hari Santri Nasional(HSN) ke-5, Selasa(22/10/19) digelar di Alun- alun Kendal. Acara ini,  dihadiri oleh Bupati Kendal, dr. Mirna Annisa, M.Si., Wakil Bupati, Masrur Maskur, ratusan santri, puluhan ASN, Forkompinda dan sejumlah ulama yang ada di Kabupaten Kendal.

Wakil Bupati Kendal, Masrur Maskur yang membacakan sambutan bupati, menyatakan bahwa, pada peringatan HSN ke-5 ini, dirinya mengajak masyarakat khusunya Kendal, menjadikan tonggak untuk bersatu, agar kita semua tidak terpecah belah.

Karena, perpecahan adalah penyebab kelemahan, kekalahan dan kegagalan di sepanjang zaman.

“Mari kita songsong kehidupan yang lebih baik, yang maslahah untuk semua,”kata Wakil Bupati Kendal, Masrur Maskur.

Sebagaimana yang telah ditetapkan oleh pemerintah dengan Keputusan Presiden(kepres) Nomor 22 Tahun 2015 tentang penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional (HSN), ini merupakan bukti pengakuan negara atas jasa para ulama dan para santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.

Dikatakan, pengakuan terhadap kiprah ulama dan santri tidak lepas dari Resolusi Jihad yang dikumandangkan Hadlaratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, pada 22 Oktober 1945.

“Resolusi Jihad memuat seruan-seruan penting yang memungkinkan lndonesia tetap bertahan serta berdaulat sebagai negara. Jadi, ruh dari HSN adalah cinta tanah air. lslam sendiri mengajarkan cinta tanah air adalah sebagian dari iman,”ujar Wakil Bupati Kendal, Masrur Maskur.

Namun, Menurut Masrur Maskur, cinta tanah air untuk saat ini bukan membela negara melawan penjajah bersenjata, melainkan “penjajah” kebodohan melalui pendidikan, “penjajah” kemiskinan melalui ekonomi atau UMKM, dan”penjajah” ideologi melalui penyadaran terhadap radikalisme, komunisme, terorisme, dan atheisme yang bertentangan dengan Pancasila & NKRI, serta jihad melawan narkoba dan bersama-sama menjadikan Kendal sebagai daerah yang bersih dari peredaran Narkoba.

“Hari Santri tahun ini merupakan momentum untuk mempertegas peran santri sebagai pionir perdamaian yang berorientasi pada spirit moderasi lslam di Indonesia,”lanjut Masrur Maskur.

Dengan karakter kalangan pesantren yang moderat, toleran, dan komitmen cinta tanah air, diharapkan para santri semakin vokal untuk menyuarakan dan meneladankan hidup damai serta menekan lahirnya konflik di tengah-tengah keragaman masyarakat.

“Pada kesempatan ini, saya mengajak kepada para santri untuk meningkatkan keimanan dan menjaga hubungan baik antara santri dan kyai. Karna tidak ada santri kalau tidak ada kyai dan begitu juga sebalrknya. Marilah kita tebarkan kedamaian, kapanpun, dimanapun, kepada siapapun,”tegas Masrur Maskur.

Pada kesempatan ini, Masrur Maskur, mengajak kita semua untuk menciptakan Kendal yang aman, damai dan kondusif. Dan jangan mudah terprovokasi dengan informasi atau berita-berita yang tidak bertanggung jawab (Hoax), yang mengarah pada perpecahan bersama.
“Berhati-hatilah dan selalu bijak dalam penggunaan media sosial,”pungkas Masrur Maskur.(Tim)

Tinggalkan Balasan