Polres Kendal Deklarasi Kebangsaan untuk Perkokoh Persatuan

0
174 views

Kendal, Investigasinews.net– Polres Kendal, Minggu (28/10) malam menggelar acara “Doa Anak Bangsa dan Deklarasi Kebangsaan” di lapangan tenis indoor Polres Kendal.

Deklarasi diikuti oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, ulama, sejumlah wartawan dan jajaran Polres Kendal.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kendal KH Ubaidillah mengajak semua tokoh agama dan masyarakat untuk menjaga kerukunan dan menjaga wilayah Kendal yang kondusif, tenteram dan damai.

“Semua agama tidak mengajarkan kekerasan, saling memusuhi, maupun memecah belah,’’ kata Ubaidillah.

Ubaidillah juga mengajak seluruh komponen bangsa membangunn toleransi sesama dan menjaga keamanan khususnya di Kabupaten Kendal.

“Masyarakat jangan salah memahami makna dari NKRI, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 maupun Pancasila. Warga harus bisa hidup rukun dan saling gotong royong dengan baik,”ujar Ubaidillah.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kendal, KH Asroi Thohir, mengatakan, cinta tanah air sebagian dari pada iman. Indonesia mempunyai sumber kekayaan yang luar biasa, sehingga banyak bangsa lain tertarik dengan Indonesia.

Untuk itu, sebagai tanda cinta kepada tanah air, harus merawat dan mengelola dengan baik yaitu dengan menciptakan situasi aman.

Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappaita, mengucapkan terima kasih kepada tokoh agama dan seluruh komponen masyarakat yang menjaga situasi dan kondisi keamanan, sehingga pelaksanaan pemilu sampai pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI berjalan aman, tertib dan lancar.

“Tahapan pemilu presiden sangat panjang dan bisa berjalan lancar. Semua itu tidak lepas dari peran masyarakat yang turut menciptakan situasi kondusif,’’ kata Kapolres.

Kapolres menambahkan, ancaman ke depan adalah paham radikalisme yang bertentangan dengan pemerintah. Hal itu supaya menjadi perhatian bersama. Benih-benih radikalisme harus diantisipasi dan jangan dibiarkan.

“Kita harus bisa menjaganya, supaya generasi penerus tidak lupa jatidiri sebagai bangsa Indonesia dan sebagai umat Islam. Jangan sampai generasi muda gagal paham dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,’’ tutur Kapolres.(Tim)

Tinggalkan Balasan