Akhir Tahun 2020 Pembangunan Jalan Kabupaten Kendal 98 Persen,Tuntas.

0
3 views
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang(DPUPR) Kabupaten Kendal, Sugiyono, M.T., saat memantau pekerjaan jalan.(FOTO:Invest/Likwi)

Kendal, Investigasinews.net- Jalan di Kabupaten Kendal jika dihitung berjumlah ribuan kilo meter. Jalan tersebut merupakan jalan nasional, Provinsi, kabupaten, dan jalan desa. Namun yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kendal sebanyak 770 kilo meter, yang terdiri dari 252 ruas jalan.

Pada akhir tahun 2019 atau awal tahun 2020, kondisi jalan Kabupaten Kendal yang mantap atau tidak rusak sudah mencapai 86 persen.

“Di tahun 2020 ini, kami menangani sekitar 84 ruas jalan. Dan harapannya dari 84 ruas jalan ini, 96 persen diakhir tahun 2020 bisa tuntas semua, atau paling tidak 98 persen tuntas,”kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang(DPUPR) Kabupaten Kendal, Sugiyono, M.T., di kantornya Jalan Laut, Rabu(16/12/2020).

Namun, karena ada pandemi Covid-19, anggaran untuk perbaikan jalan, atau anggaran untuk peningkatan jalan turun drastis dan bisa dikatakan habis, hanya tinggal dari Banprov empat paket, yaitu jalan Desa Darupono- Padaan senilai Rp. 7 miliar, Kalisuren- Sojomerto Rp.4 miliar, Kaliputih- Cening Rp. 2 miliar, dan Bringinsari- Purwosari Rp. 2 miliar.

“Pada saat perubahan anggaran, kami mendapatkan tambahan 12 ruas jalan yang harus ditangani. Dua belas ruas jalan ini, tadinya terkena lock down dan akhirnya muncul lagi. Nilainya sekitar Rp.12 miliar. Kalau dikilometerkan sekitar 12 kilo meter atau sekitar dua persen dari 700 kilo meter,” ujar Sugiono.

Menurut Sugiono, jalan yang sudah mantap atau baik, beberapa bulan lalu sudah mencapai 86 persen, sekarang ditambah empat persen, sehingga saat ini menjadi 90 persen.

Kemudian, yang 10 persen atau yang hingga sekarang belum bisa tertangani, sebetulnya berada ditempat yang lalulintasnya rendah atau sepi. Artinya masyarakat Kendal sudah bisa menikmati terutama yang lalulintasnya padat dan sudah mantap semua.

Adapun yang lalulintasnya sepi diantaranya yaitu Jalan Magangan-Pongangan sampai Kalirejo, Singorojo. Kemudian Kecamatan Ngampel, Magangan yang nantinya bisa langsung tembus hingga Kecamatan Singorojo. Kemudian, jalur Cepiring- Gemuh, Sedayu, Sojomerto, bisa sampai ke Kalices – Curugsewu Patean.

“Itu yang daerah ketinggalan, tinggal dua kilometeran saja dan tinggal nyambungkan saja. Kemudian Cepiring- Gemuh, Sedayu- Sojomerto, Kalibareng. Ini, sudah terhubung, tapi yang belum dicor atau masih rusak tinggal dua kilometeran saja,”papar Sugiono.

Dikatakan bahwa, kondisi jalan jika dibandingkan antara atas dan bawah ditiga tahun terakhir ini, yang rusak beratnya ada di daerah atas, terutama di daerah Kecamatan Ringinarum.

“Alhamdulillah, tiga tahun terakhir ini kami genjot terus, dan semoga cepat tuntas. Kenapa Ringinarum paling lambat pembangunannya, karena pertama, Ringinarum merupakan kecamatan baru. Kedua, kondisi dasar jalannya lembek bekas lahan sawah, sehingga butuh pemantapan terlebih dahulu agar tidak mudah pecah atau rusak jika dibeton atau diaspal,”terangnya.

Tahun 2020 sebelum terkena Covid-19 anggaran untuk pembangunan jalan cukup banyak. Kemudian setelah terkena Covid-19 nyaris habis. Bahkan untuk tahun 2021 nanti, hanya Rp.10 milair atau lebih kecil jika dibanding dengan tahun 2020 yang nilai anggarannya sekitar Rp. 20 miliar.

“Mungkin perhitungan di tahun 2021 ini kondisinya masih pandemi Covid-19. Bahkan bantuan dari pusatpun juga berkurang. Mudah- mudahan, kami ada terobosan- terobosan ke Jakarta minta DAK penugasan jalan,”jelas Sugiono.

Sugiono mengaku, untuk DAK penugasan jalan, sebetulnya Kendal memenuhi syarat, karena syarat untuk meneriam DAK penugasan adalah, kabupaten yang ada kawasan industrinya, dan ada proyek strategis nasionalnya.

Padahal, Kabupaten Kendal ada KIKnya, dan Kabupaten Kendal itu jalannya cepat rusak, karena banyak truk yang menganggkut tanah urug untuk dikirim ke kawasan industri.

“Mestinya kami dapat DAK penugasan dari pusat. Namun sampai hari ini, Kabupaten Kendal belum menerima DAK penugasan. Tahun ini, jika Kabupaten Kendal menerima DAK penugasan sampai Rp. 100 miliar, pembangunan Kabupaten Kendal bisa tuntas,”pungkasnya.(Likwi)

Tinggalkan Balasan