Bawaslu Kendal Tanganani Kasus Dugaan Perusakan APK

0
443 views

Kendal, Investigasinews.net- Bawaslu Kendal dalam dua minggu terakhir ini tengah menangani laporan dugaan perusakan Alat Peraga Kampanye (APK). Namun, karena laporan tidak memenuhi syarat formil dan materiil, maka penanganan atas laporan tersebut dihentikan.

Perusakan (APK) sesuai undang undang pemilu dapat dipidanakan. Pada pasal 280 ayat (1) huruf g UU Pemilu terdapat larangan merusak dan atau menghilangkan APK oleh pelaksana, peserta dan tim kampanye. Sanksinya penjaranya maksimal 2 tahun hukuman penjara dan denda Rp 24 juta.

“Bawaslu Kendal memang mendapat laporan dari salah satu tim caleg bahwa ada tiga APK rusak dan hilang,” kata Ubaidillah, Kordiv Penindakan Bawaslu Kendal, Rabu, (02/01/19) pagi.

APK rusak dan hilang yang dimaksud Ubaidillah berada di jalan lingkar Pasar Kendal, Pertigaan Dempelrejo, Ngampel dan di perempatan jalan Kebonharjo, Patebon.

“Pleno Bawaslu Kendal menyatakan laporan tersebut tidak bisa ditindaklanjuti. Karena pelapor tidak memenuhi syarat formil dan materiil laporan, hingga batas waktu yang ditentukan,” ujar Ubaidillah.

Dalam waktu beriringan, Panwaslu Kaliwungu Selatan (Kasela) juga menerima laporan perusakan APK dari tim caleg yang berbeda.

“Kami juga mendapat laporan perusakan APK, lokasi di Kasela. Cuma hingga batas waktunya, pelapor juga tidak melengkapi syarat formil dan materiil laporan. Sehingga kami tidak bisa menindaklanjuti,” timpal Ketua Panwaslu Kasela Indardi.

Sedangkan Kordiv Hukum Bawaslu Kendal Arief Musthofifin, menerangkan ada ancaman sanksi cukup berat bagi pelaku jika dugaan perusakan APK terbukti. Pihaknya berpesan, agar siapapun jangan sampai merusak atau menghilangkan APK, jika tidak ingin berurusan dengan hukum.(Andrew.S)

Tinggalkan Balasan