Belasan Anak SD Diduga Keracunan Permen.

0
987 views

Kendal, Investigasinews.net–Belasan siswa SD Ngadiwarno 1 Kecamatan Sukorejo, Selasa(02/10) keracunan setelah mengkonsumsi makanan jajanan kantin berupa permen jelly stick. Sebagian dari mereka terpaksa harus dilarikan ke Puskesmas 1, Sukorejo, karena lemas, pusing dan perut mual.

Menurut keterangan guru kelas bernama Suta(25), pagi sekitar pukul 08.30, atau waktu jam istirahat, beberapa siswa membeli permen jelly stick di kantin sekolah. Namun, usai mengkonsumsi makanan tersebut, beberapa siswa mulai merasa mual, pusing dan ingin muntah.

Mengetahui hal tersebut, pihak guru kemudian menghubungi petugas Puskesmas Sukorejo II yang kebetulan berdekatan lokasinya. Tak selang beberapa lama, tiga petugas dari Puskesmas Sukorejo II tiba dan memeriksa siswa yang merasa mual dan pusing.

Dari sebanyak 15 siswa- siswi yang diperiksa petugas kesehatan, 6 siswa diantaranya terpaksa harus di rujuk ke Puskesmas Sukorejo 1 lantaran tidak kuat menahan rasa sakit. Petugas kemudian membawa enam siswa tersebut ke Puskesmas Sukorejo 1 untuk mendapat perawatan tim medis.

Ke enam siswa yang dirujuk dan harus menjalani perawatan tim medis yakni Khoirul Anwar (11), Alvin Saputra (8), Fajar Afandi (8), Riyanti (9), Tutik Setiyana (9), Arina Ilman Nafiah (8). Mereka adalah warga Dusun Ngadiwanongso Desa Ngadiwarno Kecamatan Sukorejo.

Kepala Puksesmas Sukorejo II, dr Iwan mengatakan, dirinya mengetahui hal tesrebut atas laporan dari petugas Puskesmas setempat.

“Waktu dihubungi, kebetulan saya sedang ada rapat di Kantor Dinas Kesehatan kabupaten. Sehingga saya hanya bisa memerintahkan petugas Puskesmas agar segera memberikan pertolongan. Kebetulan jarak antara Puskesmas Sukorejo II lokasinya dekat dengan SD Ngadiwarno 1,”kata Iwan.

Berdasarkan laporan yang diterima, pihaknya belum bisa memastikan apakah belasan siswa yang mengalami sakit mual, pusing dan ingin muntah itu diduga mengkonsumsi permen jelly stick yang dibeli dari kantin sekolah.
“Kami belum bisa memastikan, apakah penyebabnya dari jajanan makanan berupa permen yang dibelinya itu atau tidak,” ujar Iwan.

Sementara itu, dr. Dhina Khameswari Kabid Pengawasan obat dan makanan pada Dinas Kesehatan Kendal mengatakan jika makanan berupa permen jelly stick tersebut masih terdaftar resmi di BPOM. Jika terjadi keracunan ada kemungkinan saat produksi jumlah besar menggunakan bahan berkualitas rendah.

“Jika nanti terbukti ada tambahan bahan zat berbahaya, maka pihak BPOM akan menarik barang tersebut dari peredaran. Yang jelas, sisa makanan itu akan kami bawa ke laboratorium untuk dilakukan pengecekan ulang,” tandas Dhina Khameswari.

Atas kasus tersebut pihak polisi kini berupaya melakukan penyelidikan terhadap penjual maupun pemasok makanan permen jelly stick yang diduga yang menyebabkan gangguan pada anak-anak.

Jika memang nantinya memang ada indikasi makanan mengandung bahan zat berbahaya. Tentu kepolisian akan melakukan tindakan sesuai hukum yang berlaku, teruatama bagi pembuat dan pengedar makanan berbahaya tersebut.

“Kami himbau kepada masyarakat untuk berhati-hati agar tidak mengkonsumsi makanan yang berbahaya bagi kesehatan,” kata Kapolsek Sukorejo, AKP Haryo Deko Dewo. (Andrew. S)

Tinggalkan Balasan