BNNK Kendal Tangkap Pengguna Sekaligus Penjual Sabu

0
999 views
Kepala BNNK Kendal, Sharlin Tjahaja Frimer, sedang pegang barang bukti sabu.
Kepala BNNK Kendal, Sharlin Tjahaja Frimer, sedang pegang barang bukti sabu.
Kepala BNNK Kendal, Sharlin Tjahaja Frimer, sedang pegang barang bukti sabu.
Kepala BNNK Kendal, Sharlin Tjahaja Frimer, sedang pegang barang bukti sabu.

Kendal, Investigasinews.net-Petugas dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten(BNNK) Kendal, Kamis(17/05) siang, berhasil mengankan seorang pengedar sekaligus pengguna obat- obatan terlarang jenis sabu. Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 0.18 grams, sebuah Hp dan sebuah sepda motor Honda Supra, yang digunakan untuk transaksi.

Saat dimintai keterangan petugas, pelaku bernama Moh Romdon, warga Desa Krajan Kulon, Kaliwungu, mengakui terus terang bahwa dirinya mendapatkan barang sabu dari temannya bernama Ari, Warga Desa Sukomulyo, Kaliwungu.

“Rencananya, selain akan saya pakai sendiri, barang sabu ini juga akan saya jual pak, namun sebelum laku terjual, aku keburu ditangkap petugas dari BNNK Kendal,”kata Moh Romdon(18/05).

Menurut Moh Romdon, barang sabu seberat 0.18 grams ini, rencanyanya akan ia jual seharga Rp 250 ribu kepada orang lain, sehingga ia mendapat untung Rp 100 ribu, dari ia beli seharga Rp 150 ribu dari Ari yang kini masih dalam pengejaran petugas.

Sementara, keterangan dari Kepala BNNK Kendal, Sharlin Tjahaja Frimer, mengatakan, pelaku sebenarnya sudah diincar sejak akhir tahun 2017 lalu. Namun karena petugas belum mendapatkan barang bukti, petugas belum bisa menangkapnya.

Namun kali ini, setelah BNNK mendapat laporan dari warga yang menyatakan bahwa pelaku sedang melakukan transaksi, petugas langsung menuju ke lokasi dan menangkapnya.

“Kami sudah mengintai pelaku selama kurang lebih empat bulan. Dan baru kali ini, kami bisa menangkap pelaku beserta barang buktinya,”kata Sharlin Tjahaya Frimer.

Menurut Sharlin Tjahaya Frimer, setelah selesai dilakukan pemeriksaan, pelaku akan dititipkan ke Lembaga Pemasyarakatan(LP) kelas dua-A Kendal, sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut.

(Andrew.S)

Tinggalkan Balasan