BNNP Jateng Tangkap Pengedar Narkotika.

0
488 views

Semarang, Investigasinews.net- Badan Narkotika Nasional (BNN) Propinsi Jawa Tengah, Senin(25/2) lalu berhasil menangkap lagi dua pengedar narkotika jenis sabu berinisial IST (35), Warga Gondangrejo, Karang Anyar dan SPY (41) Warga Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunung Kidul.

Keduanya ditangkap di Pintu Tol Pejagan, Brebes Jawa Tengah dalam perjalanan pulang dari Jakarta.
Sedangkan pelaku lainnya diduga sebagai dalangnya yaitu Dwi Ardiansyah, alias Dian ditangkap di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Kelas IIB Klaten.

Kepala BNNP Jateng, Brigjenpol Mohammad Nur mengatakan bahwa, pengungkapan kasus ini cukup singkat setelah ada informasi dari masyarakat serta koordinasi dengan stacholder lainnya, maka para pelakunya berhasil ditangkap.

Sementara itu, Ketua DPRD Jawa Tengah, Rukma mengapresiasi gerak cepat penangkapan yang dilakukan BNNP Jateng ini.

“Jika narkoba tersebut beredar di masyarakat, bisa berbahaya, terutama jika mengenai anak cucu kita. Makanya kami saat ini sedang membuat Perda narkotika guna menangkalnya,” tuturnya, Kamis(28/2).

Dikatakan, kronologi terbongkarnya kasus ini bermula adanya informasi dari masyarakat yang mencurigai ada pengiriman narkotika dari Jakarta ke Jawa Tengah melalui Jalan Tol menggunakan mobil Avanza warna silver bernomor polisi AD- 9067- VP yang berpenumpang dua orang.

Kemudian setelah melakukan koordinasi dengan stakholder lainnya, pihak BNNP Jateng pada senin 25 Februari 2019 sekitar pukul 16.00 Wib melakukan penghadangan dan penggeledahan di Pintu Tol Pejagan Brebes.

Dan ternyata dari hasil penggeledahannya menemukan 2 kilogram narkotika jenis shabu yang dikemas dalam kantong plastik Teh Cina dan dua amplop sabu seberat 200 gram.

Ketiga tersangka, kini ditahan di tahanan BNNP Jateng dengan barang bukti berupa sabu seberat 2,2 kilo gram, tiga buah Handphone dan 1 unit Mobil Avanza Silver Nopol AD 9067 VP.

Untuk mempertanggungjawabkannya, para tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 jo. pasal 132 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 2 jo. pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman minimal 5 tahun hukuman penjara dan maksimal pidana mati.(TIM)

Tinggalkan Balasan