Bupati Kendal, dr. Mirna Annisa, M.Si Lantik 153 Kepala SD dan SMP

0
431 views

Kendal, Investigasinews.net – Sedikitnya 153 guru Sekolah Dasar(SD) dan Sekolah Menengah Pertama(SMP) di Kabupaten Kendal, Jumat (11/10/2019), dilantik dan diambil sumpahnya sebagai kepala sekolah oleh Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, M.Si., di Aula Dinas PUPR,Jalan Laut Kendal.

Sebanyak 153 orang kepala sekolah itu, terdiri dari 135 orang kepala SD dan 18 orang kepala SMP. Dalam kesempatan ini, Bupati Kendal, dr. Mirna Annisa, M.Si., menginstrusikan kepada para kepala sekolah untuk memasukkan mata pelajaran muatan lokal yang berbasis era Industri 4.0, agar para anak didik bisa menyesuaikan dengan perkembangan segala bidang dengan cepat.

“Agar anak- anak SD dan SMP yang ada di Kabupaten Kendal tidak ketinggalan dengan perkembangan era revolusi industri 4.0 dan senantiasa update dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, perlu mendapat mata pelajaran muatan lokal terutama yang berkaitan dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus(KEK),”kata Bupati Kendal, dr. Mirna Annisa, M.Si.

Bahkan, menurut bupati, para iswa perlu dikenalkan sejak dini bahasa asing selain bahasa Inggris yakni bahasa Mandarin dan bahasa Jepang.

Bupati Kendal, dr. Mirna Annisa, juga meminta kepada para kepala sekolah untuk bisa menekankan pendidikan karakter dan moral, serta dapat mengajarkan tentang pengurangan sampah plastik di sekolahan, serta mengajarkan anak-anak untuk berbuat jujur, buang sampah pada tempatnya, demi mengurangi penggunaan plastik dan lain sebagainya.

“Itu akan lebih berguna untuk masa depannya, daripada setiap hari hanya diajarkan matematika saja. Ilmu pasti bisa dipelajari, namun mencetak pribadi anak itu, yang sulit,”ujar Mirna Annisa.

Sementara Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Ahmadi, mengatakan, seorang guru harus mampu menjalankan profesinya dengan baik, penuh dengan dedikasi dan tanggung jawab, mengingat profesi guru sangat dihargai oleh pemerintah dan masyarakat.

“Saya berharap, kepala sekolah bisa memperhatikan sungguh-sungguh kinerja para guru di lingkungan sekolah masing-masing, serta ketaatannya terhadap ketentuan yang mengatur kepegawaian, termasuk ketaatan dalam melaksanakan jam kerja atau jam mengajar maupun pengelolaan dokumen-dokumen yang terkait proses pembelajaran di sekolahnya,”harap Wahyu Yusuf Ahmadi.(Tim)

Tinggalkan Balasan