Kendal, Investigasinews.net- Ungkapan rasa syukur bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk nelayan Kelurahan Bandengan Kendal ini. Meski gelombang laut Jawa tidak bersahabat, namun mereka mensyukuri berkah selama setahun terakhir dengan menggelar tradisi sedekah laut.

 

Panitia sedekah laut Subchan Ali, mengatakan, sebelum dilarung ke tengah laut, sesaji berupa jajanan pasar dan kepala kambing, dibawa ke Makam Syeh Pangeran Zakaria Umar atau yang dikenal dengan Mbah Jenggot.

 

Kemudian, jajanan pasar dan kepala kambing yang dimasukan ke replika kapal ini, diarak keliling kampung. Ratusan warga pun nampak antusias menyambut kirab sesaji yang dibawa bergantian oleh nelayan setempat.

 

Kesenian tradisional barongan,  juga mengikuti arak-arakan yang berlangsung Minggu(07/10) siang. Replika kapal yang terbuat dari kayu, replika ikan dari berbagai jenis ikan yang dihiasi berbagai macam kertas, menggambarkan kegembiraan nelayan atas berkah yang selama ini diberikan sang pencipta.

 

“Nyadran kali ini lebih ramai dari tahun- tahun sebelumnya, dan berbeda dengan sedekah laut pada umumnya. Sesaji yang diberikan pada tradisi sedekah laut kali ini bukan kepala kerbau, melainkan kepala kambing. Namun demikian, tidak merubah nilai tradisi yang menggambarkan rasa syukur para nelayan,”kata Panitia sedekah laut Subchan Ali.

 

Sedangkan, jajanan pasar yang disajikan, menurut Subcahn Ali,  sebagai bentuk persembahan kepada Sang Maha Pencipta. Selain bentuk rasa syukur, tradisi sedekah laut ini juga sebagai langkah pelestarian budaya tradisional.

“Replika kapal, usai diarak keliling kampung, kemudian kami naikan ke perahu hias untuk dilarung ke tengah laut,”ujar Subchan Ali.

Subchan Ali, berharap,  dengan larung sesaji ini, semoga  tangkapan ikan  setahun kedepan bagi nelayan Kelurahan Bandengan bisa melimpah.

Bupati Kendal, dr.Mirna Annisa yang melepas rombongan arak- arakan tradisi sedekah laut ini mengatakan, dirinya ikut bersyukur atas terlaksananya tradisi sedekah laut yang digelar oleh masyarakat Kelurahan Bandengan Kendal.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh masyarakat  Kelurahan Bandengan ini, merupakan budaya tradisional yang harus dilestarikan. “Dengan diadakannya tradisi sedekah laut ini, saya harap masyarakat Bandengan Kendal bisa guyub, rukun dan hasil panen ikan bisa melimpah dan terus diberikan keselamatan,”harap Bupati Kendal, dr. Mirna Annisa.

Perlu diketahui bahwa, dalam kurun waktu dua pekan terakhir di bulan Syura, di Kabupaten Kendal ini, tradisi nyadran telah dilakukan di lima titik yaitu di Desa Tawang, Kecamatan Rowosari, Desa Sekucing, Kecamatan Rowosari, Desa Biru, Kelurahan Kalibuntu, Kecamatan Kendal, Desa Korowelang Kulon, Kecamatan Cepiring dan terakhir di Kelurahan Bandengan. (Andrew. S)

 

 

Related Post

Tinggalkan Balasan

investigasinews logo
Jam Layanan & Info
Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabung dengan 8 pelanggan lain