Demi Kendal Maju, Murdoko Gelar Silaturahmi Tomas, LSM dan Awak Media

0
1.075 views
Silaturrohim Toga, Tomas, LSM dan media di hotel Sae iin Kendal
Silaturrohim Toga, Tomas, LSM dan media di hotel Sae iin Kendal

Investigasinews.net.-Mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah(DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan(PDI-P) Propinsi Jateng, Murdoko, Selasa(12/06), gelar acara silaturrohim dan buka bersama Tomas, LSM dan Awak Media di Hotel Sae INN, Jalan Soekarno Hatta Kendal.

Dalam acara ini hadir sebagai nara sumber H.Cahyanto yang mewakili pengusaha pehimpunan hotel, Maksum dari Forum Komunikasi LSM, Kendal, Umar dari PWI serta Wahono dari pengelola hotel Sae INN.

Fajar, selaku fasililator acara dalam sambutannya mengatakan bahwa, Kendal adalah daerah yang sangat potensial baik dari infrastruktur, sarana dan prasarananya serta Sumber Daya Manusianya(SDM).

Maka dengan kekayaan tersebut, jangan sampai masyarakat Kendal terkenal hanya bisa mengirim Tenaga Kerja Wanitanya saja, namun Kendal harus bisa ikut berperan di dalam membangun Kendal.

“Saya optimis. Kendal bisa melakukan hal itu, jika kita mau,” kata Fajar.

Sementara, Cahyanto, selaku nara sumber mengatakan bahwa, untuk membangun Kendal sebenarnya mudah, asal kita semua mau bertabayun.

” Kita juga harus membangun komunikasi yang baik dengan sesama, dan tak mungkin sendiri tanpa adanya kerjasama dengan berbagai komponen yang ada,”kata Cahyanto.

Sementara, Maksum mengatakan bahwa untuk membangun Kendal tidak bisa sendirian dan harus bersama sama dengan siapapun sesuai dengan kemampuan masing masing.

“Hingga sekarang, Kendal masih stagnan dalam tata kelola, sementara SDMnya berpotensial,”kata Maksum.

Menurut Maksum, Kabupaten Kendal, dulu terkenal sebagai pusat para petinggi kerajaan Mataram. Untuk itu, kebijakan Pemerintahan Kendal, mestinya dapat belajar dari sejarah sehingga Kendal bisa menjadi wilayah yang gemah ripah loh jinawi.

Sementara, Ketua PWI Kendal Agus Umar, mengatakan bahwa dengan telah adanya KIK di Kendal dan sudah ada 43 perusahaan yang berkomitmen untuk menginvestasikan modalnya, di KIK, harusnya pemerintah setempat lebih bisa memper mudah segala hal agar Investor datang di Kendal.

“KIK itu kan berdiri sejak tahun 2012. Masak sampai sekarang baru 5 perusahaan, kan aneh,”kata Agus Umar.

(Andrew. S)

Tinggalkan Balasan