Diduga Kental Politik Uang, LSM Jarak Geruduk Kantor Bawaslu

0
710 views
Sejumlah anggota Jarak saat berada di Kantor Bawaslu Kendal, di jalan Gembyang
Sejumlah anggota Jarak saat berada di Kantor Bawaslu Kendal, di jalan Gembyang

Kendal, Investigasinews.net-Diduga kental dengan politik uang dalam pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) Tahun 2019 yang baru sepekan lalu berlangsung di Kendal, rupanya telah menjadi perhatian semua pihak, termasuk dari Jaringan Aktivis dan Rakyat Kendal (JARAK). Karena ketidak puasan itu, puluhan anggota LSM Jarak, Rabu(01/05) menggeruduk Kantor Bawaslu Kendal untuk menanyakan kinerja yang dilakukan Bawaslu selama ini.

Koordinator JARAK, Abdulrokhim mengatakan bahwa maksud kedatangannya ke Kantor Bawaslu untuk memastikan apakah Bawaslu benar-benar bekerja untuk memberantas politik uang yang diduga marak dalam pelaksanaan Pileg Tahun 2019 baru lalu itu.

” Kami hanya mengklarifikasi apakah ada temuan money politik di Kendal, karena Bawaslu selaku pengawas pemilu harus bekerja untuk memberantasnya. Apalagi anggota Bawaslu sampai ke desa. Masak nggak ada yang ketangkap,” katanya.

Bahkan, Rokhim yang selama ini juga memantau pelaksanaan Pileg 2019 mengindikasikan banyak Caleg yang menjadi anggota dewan, hampir semuanya disinyalir terlibat politik uang.

” Kami sampai ke desa-desa, dan mendapat informasi dugaan politik uang semakin marak . Makanya kami mengklarifikasi ke Bawaslu, karena jika para Caleg tersebut terlibat politik uang, maka bisa tidak syah untuk dilantik jadi anggota dewan,” ujarnya.

Sementara, aktivis Kendal yaitu Unggul, meminta Bawaslu untuk bertindak secara profesional dalam melakukan tugasnya.

“Bawaslu masak tidak menemukan politik uang, kemarin saya di Desa Bulu Gede ada Caleg tidak dikenal masyarakat disana, eh malah banyak pemilihnya dan ternyata Caleg tersebut pakai politik uang,” katanya.

Senada juga disampaikan Ketua GRPK Kendal, Imam Subagyo yang menuntut agar Bawaslu berani bertindak untuk memberantas politik uang dan segera memeriksa para Caleg yang terindikasi melakukan politik uang.

“‘Kami punya bukti rekamannya. Kalau para caleg diduga melakukan poltik uang. Ini kan tidak jujur dan dapat merusak proses demokrasi,” katanya.

Dalam pantauan Imam Subagiyo,memang pada penyelenggaraan Pileg 2019 di Kabupaten Kendal, isu adanya dugaan politik uang marak adanya, yang diduga melibatkan hampir semua Caleg yang kisarannya dari Rp 30 ribu hingga Rp 150 ribu sesuai dengan tingkat persaingan antar Caleg di daerah pemilihan masing-masing.

Dan jika benar politik uang ini banyak melibatkan para Caleg guna mendulang suaranya untuk duduk di kursi dewan, maka hal itu telah mencedarai demokrasi.

“Kami minta segera audiensi dengan pimpinan Bawaslu untuk membahas hal ini sebelum tanggal 5 Mei 2019. Ini kan merusak dan awal dari tindakan korupsi,”ujar Imam Subagyo.

Sementara itu, staf Bawaslu Kendal, Bakhrul Amin tak bisa berbuat banyak dan hanya menerima masukan dari para Aktivis Kendal untuk melaporkan ke pimpinannya.

“Ya, nanti akan kami sampaikan ke pimpinan, karena saat ini ada yang tugas luar dan masih rapat di KPU,” ujarnya. (TIM)

Tinggalkan Balasan