Gelapkan Mobil Rental, Wanita Berinisial YP Diamankan Polisi

0
12 views
Wakapolres Kendal Kompol Sumiarta, berdiri disamping tersangka YP.(FOTO:Invest/Likwi)

Kendal, Investigasinews.net-Polres Kendal terpaksa mengamankan seorang perempuan berinisial YP(30) warga Boja Kendal, karena terbukti menggelapkan sebuah mobil rental.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga berhasil mengamankan mobil merk Wuling bernomor polisi H-8966-QQ yang digelapkan tersangka sebagai barang bukti.

Kapolres Kendal AKBP Ali Wardana lewat Wakapolres Kompol Sumiarta, mengatakan, pada hari Minggu tanggal 20 Oktober 2019, tersangka YP menyewa mobil Wuling warna hitam milik korban bernama Ardi Arba’in(58) warga Boja, dengan alasan akan digunakan untuk pergi keluar kota selama tiga hari.

Akan tetapi, bukanya mobil tersebut digunakan untuk keluar kota, justru digunakan sebagai tukar jaminan kepada orang lain di daerah Demak, tanpa seijin korban.

“Sebetulnya, tersangka sudah diberi tenggang waktu oleh korban untuk segera mengembalikan mobil tersebut. Akan tetapi, hingga berlanjut sampai bulan Januari 2020 lalu, tersangka belum juga mengembalikan mobil milik korban,”kata Wakapolres Kendal, Kompol Sumiarta.

Karena jengkel, akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Boja Kendal. Atas laporan tersebut, petugas Polsek Boja melakukan penyelidikan keberadaan mobil milik korban di daerah Demak, dan selanjutnya mobil tersebut diamankan dan dilakukan penyitaan sebagai barang bukti.

“Atas perbuatannya, tersangka akan dikenai pasal 372 KUHP, tentang tindak pidana penggelapan, dengan ancaman maksimal empat tahun hukuman penjara,”ujar Wakapolres Kendal Kompol Sumiarta.

Sementara, dihadapan petugas, YP mengaku nekat melakuakn penggelapan mobil ini, karena terlilit hutang.

“Mobil Wuling milik korban sengaja saya gadaikan di Demak untuk saya tukar jaminan mobil Brio saya yang sebelumnya saya gadaikan. Namun sampai batas waktu perjanjian, saya belum bisa mengambil mobil tersebut,”papar, YP.

Menurut YP, mobil Brio miliknya digadaikan ke orang Demak seharga Rp 25 juta, namun ia menerima uangnya hanya Rp 21 juta. Dan uang tersebut sudah habis untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari- hari.(Likwi)

Tinggalkan Balasan