GNPK Jateng Tolak Caleg Koruptor

0
416 views

Pemalang, Investigasinews.net- Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi ( GNPK) Jawa Tengah, Sabtu (8/9) kemarin, menggelar Workshop “Menggagas Formulasi Pemberantasan Korupsi” di sebuah Hotel yang ada di Pemalang.

Dalam Workshop ini, telah menghasilkan rekomendasi, baik yang menyangkut pembenahan model gerakan pemberantasan korupsi secara internal, beberapa temuan dugaan kasus orupsi yang harus dibongkar dan rekomendasi yang ditujukan kepada aparat penegak hukum, agar lebih serius dalam menangani kasus-kasus korupsi di Jawa Tengah.

Tak hanya itu saja, pada Workshop ini juga merekomendasikan untuk melakukan penolakan terhadap Caleg koruptor yang lolos dalam proses pencalonan.
“Tolak para koruptor menjadi caleg. Mestinya, para koruptor dihukum mati saja,”kata aktivis GNPK Kabupaten Batang, Abdul Wahid.

Hal senada juga dikatakan oleh Sekretaris GNPK Jateng, Rahmat Da’wah. Dia, menyayangkan jika KPU meloloskan para koruptor menjadi Caleg.
“ Para Koruptor itu sudah tak layak lagi jadi Caleg,” ujarnya.

Sementara, aktivis anti korupsi Pemalang, Yudha Anggoro juga mengungkapkan keprihatinannya atas semakin maraknya korupsi di Negeri ini, termasuk yang ada di Pemalang.
Menurut Yudha Anggoro, ada dugaan korupsi pembangunan Pasar Randudongkal senilai Rp 58 Milyar, hingga kini belum ada penanganannya. Dia meminta, pihak terkait untuk segera menangani kasus dugaan korupsi tersebut.

Sedangkan beberapa aktivis lainnya seperti dari Batang, Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan, justru dalam hasil penelusurannya menemukan dugaan korupsi Dana Desa(DD) dan proyek bagi Rakyat Miskin seperti RTLH, PTSL, Pungli Pendidikan dan Layanan Kesehatan di Puskesmas.
Namun banyak dugaan korupsi tersebut yang dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) justru kurang direspon, bahkan ada yang dipetieskan.

“Saya kadang kecewa, sudah dilaporkan malah gak jelas penanganannya,” ujar Zaenal Arifin Aktivis Anti Korupsi Kota Pekalongan.

Sementara itu, Ketua GNPK Jateng, HR Mastur,SH, MSi mengatakan, pihaknya mendukung sepenuhnya penanganan kasus- kasus korupsi yang ada di tanah air, khususnya yang ada di Jawa Tengah.
Bahkan, Mastur Darori, mendesak pemerintah mengutamakan penanganan kasus korupsi di tanah air ini dituntaskan hingga sampai ke akar- akarnya.

“Gerakan Workshop ini lahir dari semangat teman-teman untuk memberantas Korupsi di daerahnya masing- masing,” ungkapnya.

Bahkan, agar penanganan kasus korupsi di negeri ini bisa berjalan dengan maksimal, pihaknya akan menyelenggarakan Workshop pemberantasan korupsi yang rencananya akan digelar di 35 Kabupaten/ Kota se- Jawa Tengah.(Tim)

Tinggalkan Balasan