IPJI dan Attahiriyah akan Cetak 1000 Sarjana Jurnalis.

0
5 views
Pengurus IPJI saat foto bersama.(FOTO:Invest/Tim)

Jakarta, Investigasinews.net-Menyambut usia ke -21, Ikatan Penulis dan Jurnalistik Indonesia (IPJI) akan menggelar Seminar Virtual dengan tema “Mengabdi untuk Negeri, Menjaga Bangsa Tercinta” di Gedung Universitas Islam Attahiriyah Jl. Kp Melayu III, No. 15 Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2020) malam.

Seminar ini akan dibedah oleh Tenaga Ahli Kepala Staf Kepresidenan (KSP) KH. Dr. Ali Muchtar Ngabalin sebagai keynote speaker sekaligus nara sumber.

“Alhamdulillah, beliau sudah oke,” jelas Sekretaris Jenderal, Dr. Suherman Saji saat rapat panitia HUT IPJI di ruang kerjanya, Universitas Attahiriyah, kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Sekjen IPJI tersebut menghubungi Ngabalin langsung ke selularnya dengan menggunakan speaker hp, sehingga terdengar kesiapan “jubir presiden” yang selalu muncul di Indonesia Lawyer Club (ILC) tersebut.

“Jadi intinya sinar virtual sudah siap, tinggal hal-hal teknis,” jelas Sekjen yang akrab dengan sapaan pak “Rektor”.

Selain menghadirkan Ngabalin, seminar ini juga akan diselingi MoU DPP IPJI dengan Yayasan Attahiriyah dalam bea siswa mencetak 1.000 Sarjana Jurnalis dan Menjurnaliskan Sarjana.

“MoU itu sekaligus jadi kerja nyata IPJI,” ujar Ketua Umum IPJI, Lasman Siahaan, SH. MH.

Menurut Lasman, MoU itu digulirkan lantaran para jurnalis saat ini sibuk dengan profesinya, sehingga mengabaikan kuliah.

Apalagi perkuliahan di Attahiriyah nanti menggunakan secara virtual, sehingga bisa dikuti semua jurnalis di Tanah Air, khususnya jurnalis IPJI yang tersebar di seluruh Indonesia.

Bahkan, dengan back to campus tersebut, diharapkan para jurnalis dapat mencharge nasionalisme kebangsaan yang digulirkan dalam Mars IPJI.

“Saya yakin banyak anggota IPJI yang lupa dengan lagu Mars IPJI,” jelas Lasman kepada Lian Lubis (Skandal), Junaid (SwaTani) dan Nuhroji (IT) yang mengikuti rapat kepanitian HUT IPJI ke-21 tersebut.

“Kalian sebagai kader IPJI dan ratusan anak muda lainnya, harus paham dan mampu mengimplementasikan semangat nasionslisme yang dibangun faunding father IPJI,” jelas Lasman yang mengaku sudah “usia magrib” menakhodai IPJI.

Apalagi program mensarjanakan Jurnalis itu pelajarannya bisa dilakukan secara virtual, sehingga bisa dikuti semua kader IPJI di seluruh Indonesia.

Lasman yakin lewat program back to campus jurnalis jebolan IPJI kian profesional, tidak menyebarkan berita hoax dan punya imun terhadap kriminalisasi.

“Karena semakin profesional, jurnalis IPJI tahu “aturan main” yang dituangkan pada kode etik jurnalistik. Minimal dia akan uji informasi sebelum mempublish berita,” tambahnya.

Bahkan, dengan menyelesaikan studinya, seperti hukum, setidaknya bisa menjadi lawyer dimasa tuanya.

“Tidak selamanya kita jadi jurnalis,” jelas Lasman yang akrab dipanggil pak “Katua” oleh anak-anak IPJI.(TIM)

Tinggalkan Balasan