Jalan Raya Darupono Rusak,  Dikeluhkan Warga

0
531 views

Kendal, Investigasinews.net– Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan kondisi Jalan Raya Kaliwungu-Boja tepatnya di Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan yang kondisinya rusak parah. Jalan beton tersebut putus pada Februari 2017 silam, karena tanah dibawahnya longsor.

Pemerintah Kabupaten Kendal sudah memperbaiki beton tersebut melalui dana darurat bencana. Namun sayangnya, setelah pekerjaan selesai, jalan disekitar lokasi tidak diaspal seperti semula, sehingga terlihat rusak dan membahayakan pengguna jalan.

Purwanto, salah seorang pengendara sepeda motor, mengatakan, kondisi jalan berupa bebatuan sangat mengganggu kenyamanan para pengguna jalan, karena tidak diaspal. Apalagi, jika hujan turun jalan tersebut licin dan membahayakan.

“Harusnya, Pemkab Kendal memperhatikan kondisi jalan ini. Apalagi antara sambungan beton dengan jalan rusak, terdapat beda ketinggian sekitar 10 sentimeter sehingga sangat membahayakan para pengguna jalan,”kata Purwanto,Jumat (2/11).

Setiawan, pengendara lain menambahkan, pemerintah seharusnya tanggap dan cepat melaksanakan perbaikan. Sebab, Jalan Raya Kaliwungu-Boja tersebut, merupakan jalur alternatif Kendal-Ungaran dan setiap hari dilalui ratusan kendaraan.

‘’Saya berharap jalan rusak ini segera diperbaiki. Seingat saya, sudah hampir satu tahun dibiarkan rusak,’’ harap Setiawan.

Kepala Pelaksana Harian pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Sigit Sulistyo, mengatakan, pembangunan jalan ketika musibah longsor menggunakan dana darurat bencana dari BPBD. Namun, setelah masa pemeliharaan, kewenangan dikembalikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal.

‘’Setelah pembangunan paska longsor dan masa pemeliharaan usai, kewenangan kami kembalikan ke DPUPR,’’ kata Sigit.

Sementara, Kepala DPUPR Kendal, Sugiyono, mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pengaspalan terhadap jalan tersebut. Saat ini di tempat tersebut sudah disiapkan batu belah untuk proses pengaspalan.

‘’Kami rencanakan, hari Senin (5/11) pekerjaan sudah bisa dimulai,’’ kata Sugiyono.(Andrew. S)

Tinggalkan Balasan