KABUPATEN KENDAL TERIMA PENGHARGAAN SEBAGAI DAERAH PEDULI HAK ASASI MANUSIA

0
158 views

Bandung, Investigasinews.net- Kabupaten Kendal kembali menerima Penghargaan Kabupaten Kriteria Peduli Hak Asasi yang diserahkan Menteri Hukum dan HAM Yasona H Laoly, Phd, yang didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Dirjen HAM Mualimin Abdi, SH, MH, Selasa (10/12/2019) pada acara Peringatan Hak Asasi Manusia Sedunia Ke – 71 di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jawa Barat.

Wakil Bupati Kendal Drs. Masrur Masykur mewakili Bupati Kendal dr. Mirna Anissa, M.Si, menerima penghargaan yang cukup bergengsi tersebut.

Sejak 2016 Kabupaten Kendal rutin menerimanya. Kendal merupakan satu diantara 268 Kabupaten dan Kota di Indonesia yang menerima penghargaan tersebut.

“Prestasi Kabupaten Kendal ini perlu kita junjung tinggi. Tingkat Kepedulian HAM di Kabupaten Kendal cukup dihargai. Hal ini perlu kita jaga dan lestarikan antar kita dan sesama kita,” kata wakil Bupati Kendal Masrur Masykur.

Wakil Bupati Kendal mengatakan, Kabupaten Kendal mendapat predikat kabupaten peduli HAM karena dinilai berhasil membangun kesadaran masyarakat akan produk-produk hukum.

“Selama ini, kami membina masyarakat Kabupaten Kendal melalui Kelompok Sadar Hukum, sosialisasi rencana Hak Asasi Manusia, sosialisasi produk hukum baik di tingkat daerah maupun pusat, termasuk lomba Kadarkum tingkat Kabupaten Kendal dan propinsi ( juara kedua, 3 Oktober 2019), serta nasional juara III Tahun 2016,” ujar Masrur Masykur.

Dikatakan, sejumlah kriteria penilaian ditetapkan oleh Kementerian Hukum dan HAM berdasarkan penilaian dari tahun 2015 bagi kabupaten kota sebagai penerima penghargaan peduli HAM.

Diantaranya pada aspek hak hidup berupa angka kematian ibu hamil dan bayi, hak mengembangkan diri berupa angka anak-anak yang berkebutuhan khusus dan penyandang buta aksara.

Selain itu, yang dinilai adalah aspek hak atas kesejahteraan berupa jumlah keluarga berpenghasilan rendah, rumah tidak layak huni, jumlah pengangguran, balita kurang gizi, serta aspek hak atas rasa aman, dan hak perempuan yang disampaikakan melalui Pemerintah Provinsi Jateng selaku koordinator.

Sementara itu Bupati Kendal dr. Mirna Anisaa, M.Si atau yang akrab disapa mbak Nok, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap penghargaan tersebut.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) mencatat baru 268 dari 516 kabupaten/kota yang melaksanakan komitmennya dalam pemenuhan hak dasar masyarakat di wilayahnya.

Artinya baru sekitar 60% kabupaten/kota yang sungguh-sungguh melaksanakan komitmen nilai-nilai HAM dalam pelayanannya.

“Tahun lalu ada 271 kabupaten/kota yang mendapat predikat peduli HAM. Tahun ini jumlahnya belum beranjak jauh,” ungkap Dirjen Hak Asasi Manusia, Kemenkum HAM Mualimin Abdi.

Menurut Mualimin Abdi, penghargaan bagi kepala daerah bertujuan untuk memotivasi dan menjadi pendorong pemenuhan hak dasar masyarakat.

Khususnya hak dasar dalam bidang kesehatan, pendidikan, hak-hak perempuan, anak-anak, hak atas pekerjaan, perumahan yang layak, dan lingkungan yang berkelanjutan.

“Ini bukan kompetisi tapi kami serius menilainya. Untuk tahun ini jumlah kabupaten/kota yang mendapat penghargaan belum beranjak jauh.

Masih sekitar 270-280 kabupaten/kota. Penghargaan akan diberikan dalam puncak acara peringatan HAM ke 71, pada 10 Desember di Bandung, Jawa Barat,” kata Mualimin Abdi.

Tahun ini, peringatan hari HAM ke-71 mengambil tema Pelayanan Publik yang Berkeadilan.

Sejumlah kegiatan dalam rangka memeriahkan peringatan hari HAM telah disusun oleh panitia seperti Fun Walk, Seminar, Lomba Cerdas Cermat HAM, Pameran, dan Puncak Peringatan hari HAM yang akan diselenggarakan di Gedung Merdeka, Bandung.(Likwi)

Tinggalkan Balasan