Kasus Dugaan Penyimpangan Bantuan Solar Cell di Kendal di Limpahkan ke Inspektorat Provinsi Jateng.

0
24 views
Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah .(FOTO:Invest/Likwi)

Semarang, Investigasinews.net- Setelah memintai keterangan terhadap 45 kepala desa yang tersebar di 11 Kecamatan Kabupaten Kendal sebagai penerima bantuan Solar Cell dari Provinsi Jawa Tengah, akhirnya Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah (Jateng), melimpahkan kasus tersebut ke pihak Inspektorat Provinsi Jateng.

Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Kasubdit Tipikor) Ditreskrimsus Polda Jateng AKBP Gunawan, S.Si., mengatakan, kasus dugaan penyimpangan bantuan Solar Cell ini, sudah ia limpahkan ke Inspektorat Provinsi Jateng sekitar tiga bulan silam.

“Kasus ini sudah kami limpahkan ke Inspektorat Provinsi Jateng, selain karena bersifat administrasi, memang kasus ini domainnya di Inspektorat,”terang AKBP Gunawan,S.Si., di kantornya, Senin(12/10/2020).

Seperti pernah diberitakan media ini beberapa bulan silam, Ditreskrimsus Polda Jateng telah memintai keterangan terhadap 45 kepala desa yang ada di Kendal, terkait bantuan Solar Cell dari Provinsi Jateng ini, yang nilainya kurang lebih Rp 6 miliar.

Menurut Gunawan, desa- desa di Kabupaten Kendal ini, rata- rata mendapat bantuan Solar Cell dari Provinsi Jateng sebanyak 11 hingga 13 tiang Solar Cell, dengan anggaran Rp 150 juta perdesa, yang nilai seluruhnya sekitar Rp 6 Miliar.

“Saat itu, mereka kami mintai keterangan karena menindaklanjuti laporan dari masyarakat Kendal,”ujar Gunawan.

Sementara itu, ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi(GNPK) Jawa Tengah, HR. Mastur Darori, SH., M.Si., mengatakan, pihaknya mendukung langkah yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Jateng ini.

“Semoga langkah yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Jateng ini sudah benar dan tidak membuat kecewa bagi yang melaporkan kasus tersebut,”kata Mastur Darori.

Bahkan, jika kurang puas atas pelimpahan kasus tersebut, Mastur Darori meminta kepada pihak pelapor untuk mencari bukti tambahan agar unsurnya bisa memenuhi.(Likwi)

Tinggalkan Balasan