Pertumbuhan Ekonomi Kendal Pada 2018 Hanya 5, 50 Persen

0
210 views


Kendal, Investigasinews.net- PT Terryham Proplas Indonesia(TPI), Rabu(30/10/19) mengadakan Work Shop Pendataan Industri Besar Sedang(IBS) 2019, dengan tema “Dukungan Data dan Peranan Industri Menuju Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen” di ruang aula setempat.

Work Shop IBS yang digelar bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik(BPS) Kabupaten Kendal ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kendal, Masrur Maskur, Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi, Taufik Bawazier, kepala BPS Jawa Tengah(Jateng) Sentot Bangun Widoyono, kepala BPS Kabupaten Kendal Umi Hastuti, dan sejumlah kalangan industri.

Kepala BPS Jawa Tengah(Jateng) Sentot Bangun Widoyono, mengatakan bahwa, BPS Jateng, merilis data pertumbuhan ekonomi banyak sektor termasuk di dalamnya sektor industri, setiap tiga bulan sekali.

Pada 5 Nopember 2019 mendatang, pihaknya juga akan merilis data pertumbuhan ekonomi untuk triwulan ketiga. Meski demikian, dan karena keterbatasan data, untuk provinsi pihaknya akan merilis data setiap satu tahun sekali.

“Dari sini kami bisa menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi didorong atau disumbang oleh sektor mana saja. Untuk di Kabupaten Kendal, pertumbuhan ekonominya didukung oleh sektor industri,”kata Sentot Bangun Widoyono.

Untuk itulah, pihaknya membutuhkan data yang valid dari pelaku industri baik industri besar sedang maupun kecil dan rumah tangga. Menurut Sentot Bangun Widoyono, klasifikasi industri sedang itu anggotanya minimal 20 orang. Dari sinilah, pihaknya bisa menginformasikan bahwa seberapa besar peranan industri di dalam perekonomian sebuah wilayah.

“Untuk pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kendal, data kami adalah tahun 2018 sebanyak 5, 50 persen. Dari 5,50 persen itu, 2,27 persennya disumbang oleh pertumbuhan sektor industri, kemudian disumbang oleh sektor perdagangan,” jelas Sentot Bangun Widoyono.

Jadi menurut Sentot Bangun Widoyono, peranan sektor industri itu mempunyai peranan yang besar, karena dari sisi struktur sendiri, ekonomi Kabupaten Kendal itu, 41 persen adalah industri pengolahan dari manufaktur yang lefelnya rumah tangga hingga level yang lebih besar.

Wakil Bupati Kendal Masrur Maskur mengatakan bahwa, Kabupaten Kendal itu, seharusnya tidak hanya agro pertanian saja, melain harus agro industri, karena sudah mulai ada Kawasan Industri Kendal (KIK).

“Produk padi dan tembakau di Kabupaten Kendal, sebetulnya berkwalitas, tapi karena masih diolah secara tradisional, sehingga tidak mampu menyaingi daerah lain, kata Masrur Maskur. (Tim)

Tinggalkan Balasan