Ketua GNPK Jateng: Ikhlaskan Hasil Pilkada Kendal. Jika Punya Niat, Usut Aja Korupsi Kendal.

0
19 views
Anggota Gerak P2B saat foto bersama di depan Kantor Bawaslu Kendal.(FOTO:Invest/Likwi).

Kendal, Investigasinews.net- Belasan orang yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Kendal Peduli Pilkada Bersih(Gerak P2B), mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu(Bawaslu) Kabupaten Kendal, di Jalan Kiai Gembyang No. 23 Kelurahan Patukangan, Senin(14/12/2020).

Karena ketua Bawaslu tidak ada di tempat, kedatangan mereka akhirnya ditemui oleh anggota Bawaslu, Bahrul di ruang tamu.

Ketua Gerak P2B, Zaenal mengatakan, dirinya prihatin atas dugaan praktek politik uang pada pelaksanaan Pilkada Kendal 9 Desember 2020 lalu.

Menurutnya, maraknya praktek politik uang tersebut, telah mencederai demokrasi serta menghalalkan segala cara untuk memenangkan Pilkada Kendal yang jauh dari etika moral politik yang bisa berdampak terhadap moral dan integritas pemimpin.

“Pelaksanaan Pilkada Kabupaten Kendal Tahun 2020 lalu, masih didominasi dugaan praktek politik uang yang terstruktur, sistematis dan masif merata se- Kabupaten Kendal,”kata Zaenal.

Menurut Zaenal, politik uang ini bisa memicu semakin merebaknya korupsi di daerah sebagai efek dari pemulihan dana yang telah ditebar ke masyarakat.

“Seolah pemimpin bisa menang, karena melakukan politik uang yang telah melumpuhkan moral serta akal sehat pemilihnya,”papar Zaenal.

Untuk itu, Zaenal mendesak Bawaslu, baik Bawaslu Kendal, Jateng dan pusat, untuk segera mengusut tuntas dugaan praktek politik uang tersebut.

Sebelum meninggalkan kantor Bawaslu, anggota Gerak P2B yang berjumlah 17 orang ini, menyerahkan surat yang ditujukan kepada Bawaslu Kendal, Jateng dan pusat yang isinya, meminta Bawaslu untuk melakukan klarifikasi dan konfirmasi terhadap Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kendal atas dugaan adanya praktek politik uang.

Selain itu, dalam sisi surat tersebut, mereka juga meminta Bawaslu untuk menyampaikan hasil temuan-temuannya di lapangan terkait adanya dugaan politik uang kepada publik.

Mereka juga meminta Bawaslu untuk melakukan pengusutan secara tuntas atas dugaan adanya praktek politik uang yang kian merebak isunya di masyarakat Kendal.

Tak hanya itu, mereka juga meminta Bawaslu Kendal mempertanggungjawabkan keuangan yang dianggarkan untuk pengawasan Pilkada Kendal 2020 secara transparan dan akuntabel guna terhindar dari penyelewengan anggaran dalam pelaksanaannya.

“Kami sampaikan apresiasi kepada TNI dan Polri yang telah melakukan pengamanan Pilkada Kendal Tahun 2020 dengan lancar , aman dan damai,”papar Zaenal.

Ketua Bawaslu Kendal, Odilia Amy Wardayani yang dimintai terkait masalah ini mengaku, dirinya akan mempelajari isi surat yang diserahkan oleh Gerak P2B kepada dirinya. Karena, saat sejumlah anggota Gerak P2B datang di kantornya, ia sedang berada di luar untuk mengikuti rapat.

“Saya belum baca isi surat tersebut. Karena saya baru datang,”kata Ketua Bawaslu Kendal, Odilia Amy Wardayani, saat dimintai keterangan lewat telephone.

Menurutnya, ia akan mengakaji terlebih dahulu isi surat tersebut dengan sejumlah anggotanya melalui rapat, apakah memenuhi syarat atau tidak adauan dari anggota Gerak P2B ini.

“Administrasinya harus jalan dulu. Semua harus prosedural. Apalagi surat tersebut baru masuk di meja kami,”terang Odilia.

Sementara itu, Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi(GNPK) Jateng HR. Mastur Darori, SH., M.Si., justru berpendapat lain menanggapi terkait masalah ini. Dia meminta seluruh masyarakat Kendal untuk bisa menerima hasil Pilkada ini dengan legowo.

Karena, dari ketiga Paslon ini, dia menilai ketiganya juga berpotensi melakukan dugaan politik uang. Hanya saja, yang menjadi bupati sekarang ini adalah Paslon nomor urut satu, yang ditengarai lebih banyak jumlah uangnya.

Namun, menurut Mastur, pelanggaran politik uang itu tidak cukup, karena tak ada bukti yang kuat ataupun saksi, bahkan petugaspun juga tidak menemukan adanya pelanggaran itu.

“Ikhlaskan saja hasil Pilkada Kendal. Agar Kendal kondusif. Jika punya niat, usut aja kasus dugaan korupsi yang ada di Kabupaten Kendal,”kata Mastur Darori.(Likwi)

Tinggalkan Balasan