Ketua GNPK Jateng: Pemerintah Segera Turun, Dampak Anjlognya Harga Ayam Broiler

0
273 views

Kendal, Investigasinews.net- Para peternak ayam di Kabupaten Kendal ikut merasakan dampak dari anjloknya harga ayam broiler di sejumlah wilayah yang ada di Jawa Tengah.

Harga ayam broiler yang biasanya peternak menjual ke tempat pemotongan sekitar Rp 17 ribu hingga Rp 20 ribu per ekornya, kini hanya dihargai Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu.

Salah satu peternak ayam bernama Budiono(42) warga Desa Plososari, Kecamatan Patean, mengatakan, harga ayam mengalami penurunan beberapa hari setelah Hari Raya Idul Fitri 1440 lalu.

“Rendahnya harga ayam ini merupakan penurunan yang sangat drastis sepanjang saya menjadi peternak ayam,”kata Budiono.

Padahal, menurut Budiono, saat lebaran harga cukup normal sekitar Rp 17 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogramnya. Namun sekarang dengan harga Rp 8 ribu membuat dirinya dan peternak lain terancam gulung tikar.

Dikatakan, harga ayam Rp 8 ribu tiap kilogram itu tidak mungkin bisa menutup modal dan belum lagi biaya operasional yang dikeluarkan oleh para peternak ayam.

“BEP (Break Event Point) sekitar Rp 17 hingga Rp18 ribu, harga itu jauh sekali. Sedangkan untuk harga DOC (Ayam anakan) satu ekornya Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu. Jelas rugi dengan harga segitu,” ujar Budiono.

Tak hanya dirinya saja, peternak ayam lainpun berharap agar pemerintah dapat memberikan kebijakan supaya harga ayam kembali normal. Karena jika dibiarkan akan banyak para peternak ayam yang bangkrut.

“Bagi-bagi ayam gratis di beberapa daerah, itu aksi protes dari para peternak, namun hal itu pun belum tentu dapat membuat harga kembali stabil,” jelas Budiono.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kendal, Subaedi mengatakan bahwa, saat ini harga ayam daging masih dalam harga yang masih normal meski mengalami penurunan.
“Harga ayam sekitar Rp 30 ribu tiap kilogramnya. Dipasaran sebelumnya harganya kisaran Rp 34 ribu tiap kilogramnya,” katanya.

Sedangkan ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi(GNPK) Jawa Tengah, Mastur Darori, SH.M.Si mengaku prihatin dengan anjloknya harga ayam broiler di tempat pemotongan. Sementara harga di tingkat pasaran masih stabil yaitu berkisar antara Rp 28 hingga Rp 30 ribu.

“ Pemerintah harus segera turun tangan, karena jika tidak, para peternak ayam dipastikan akan bangkrut,”kata Mastur Darori.

Menurut Mastur, dirinya melihat kejanggalan dilapangan, karena ketika peternak menjual ayamnya ke tempat pemotongan nilainya rendah, namun di tingkat pasaran masih relatip tinggi seakan tidak ada perubahan harga.(Andrew. S)

Tinggalkan Balasan