Ketua GNPK Jawa Tengah: Pemerintah Agar Evaluasi Keberadaan Institusi DPR

0
461 views
Foto Dokumen
HR Mastur Darori, SH.MSi (kaos hitam biru) didampingi anggotanya Drs. Rahmat Da'wah, MSi (kaos biru lerek) foto dokumen
HR Mastur Darori, SH.MSi (kaos hitam biru) didampingi anggotanya Drs. Rahmat Da’wah, MSi (kaos biru lerek) foto dokumen

Semarang, Investigasinews.net- Penetapan tersangka terhadap 41 anggota DPRD Kota Malang, Jawa Timur oleh KPK, rupanya membuat masyarakat seluruh Indonesia merasa geram termasuk ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi(GNPK) Jawa Tengah, HR Mastur Darori, SH. MSi.

Menurut Mastur Darori, apa yang dilakukan oleh 41 anggota DPRD Malang Jawa Timur ini, merupakan cerminan mental para anggota dewan tersebut yang kurang bahkan tidak mendukung adanya tindakan pemberantasan korupsi yang selama ini dilakukan oleh KPK.

Padahal, KPK selama ini sudah berusaha keras untuk melakukan pemberantasan korupsi terhadap siapapun. Namun rupanya mereka tetap saja melakukannya dan seakan meremehkan keberadaan institusi KPK.

“Harusnya, para anggota dewan bisa bekerja dengan maksimal tanpa harus menerima gratifikasi atau suap. Karena, mereka sudah menerima gaji lebih dari cukup termasuk tunjangan- tunjangan yang diberikan selama ini,”kata Mastur Darori.

Untuk itu, pihaknya mendesak pemerintah untuk meninjau ulang keberadaan institusi parlemen yang dinilai sudah tidak mewakili suara rakyat dan cenderung mementingkan kepentingan pribadi.
Bahkan, menurut Mastur Darori, jika memang keberadaan DPR ini memberatkan APBN, lembaga tersebut dibubarkan saja diganti dengan lembaga baru yang difungsikan jika eksekutif membutuhkan.

“Ini tidak tanggung- tanggung. Korupsi berjamaah dilakukan oleh 41 anggota dewan yang merupakan wakil rakyat ini. Mereka menerima dugaan suap senilai Rp 700 juta dan grafikasi pengesahan raperda tentang Perubahan APBD Malang Tahun 2015. Mereka rupanya tamak memburu uang terus. Belum lagi kunjungan kerja yang dilakukan selama ini tidak ada manfaatnya, seakan dijadikan untuk mencari peluang menambah penghasilan saja,”ujar Mastur Darori.(Tim)

Tinggalkan Balasan