Ketua Panwaslu Kecewa atas Putusan Bebas Zaenudin

0
543 views
Ubaidilah, Ketua Panwaslu Kabupaten Kendal (foto dok)
Ubaidilah, Ketua Panwaslu Kabupaten Kendal (foto dok)
Ubaidilah, Ketua Panwaslu Kabupaten Kendal (foto dok)
Ubaidilah, Ketua Panwaslu Kabupaten Kendal (foto dok)

Kendal, Investigasinews.net – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kendal menghormati atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kendal yang memberikan putusan bebas terdakwa Zainudin yang merupakan kader dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dalam sidang putusan pengadilan yang digelar belum lama ini.

Arief Muthofifin, anggota Panwaslu Kabupaten Kendal, mengatakan, fakta di persidangan menunjukkan bahwa unsur-unsur yang didakwakan telah terpenuhi, namun terdakwa diputus bebas.”Kegiatan kampanye dengan membagikan uang Rp 50 ribu atau money politics, ancaman hukumannya minimal 3 tahun penjara, dan denda Rp 200 juta,” katanya, Sabtu(21/4).

Menurut Arief Muthofifin, bahwa majelis hakim menganggap yang dilakukan terdakwa Zainudin tidak ada unsur kesengajaan ketika membagikan, dia (terdakwa) hanya disuruh Rubiyanto, maka putusannya bebas. Tetapi fakta persidangan yang tidak boleh diabaikan, bahwa terdakwa tahu ada stiker, brosur dan amplop.

“Terdakwa juga bertanya kepada Rubiyanto, Rubiyanto menjawab: “Tidak apa-apa.” Artinya, unsur kesengajaan bisa masuk di sini,” ujarnya. Maka ia, berharap ada upaya banding dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Arief Muthofifin juga mengungkapkan, terdakwa tidak hanya diperintah Rubiyanto lalu menuruti saja karena tidak tahu apa-apa atau tidak sengaja, melainkan, terdakwa diperintah, tahu, lalu bertanya memastikan.

Melalui fakta persidangan yang unsur-unsur dakwaannya telah terpenuhi, semua mengarah kepada Rubiyanto. “Rubiyanto mengetahui, memerintahkan, dan menyetujui dengan kata, “Tidak apa-apa”. Itu isi persidangan,” ungkap Arief.

Arief Muthofifin menyatakan, maka, jika Rubiyanto menghormati hukum dengan mengikuti prosesnya, tidak konon umroh atau malah menghilang, sangat mungkin bisa dibuktikan secara sah dan meyakinkan di pengadilan bahwa dia melakukan perbutan melawan hukum. Yaitu, kampanye dengan membagikan uang atau money politik.

Sementara, ketua Panwaslu Kendal Ubaidilah, mengaku kecewa dengan putusan bebas terdakwa Zaenudin oleh Majelis Hakim PN Kendal. Meski demikian, pihaknya tetap menghormati atas putusan hakim tersebut. “Secara hukum kami (Panwaslu) tetap mendorong JPU untuk melakukan upaya hukum banding,” kata, Ubaidilah.

(Andrew. S)

Tinggalkan Balasan