Ketua PCNU Kendal, KH Danial Royan: Budaya Bisa Jadi Pondasi Agama

0
535 views

Kendal, 25/07(Investigasinews.net)- Islam Nusantara adalah Islam yang ramah, santun, toleran dan moderat. Karena Islam Nusantara dibangun di atas budaya. Selama budaya itu tidak bertentangan dengan syari’at maka akan dilestarikan dan dirawat, bahkan agama dibangun diatas infrastruktur budaya. Bahkan budaya bisa menjadi pondasi agama, sehingga dua-duanya bisa saling memperkuat.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua PCNU Kendal, KH Danial Royan, usai melantik Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) dan Badan Otonom (Banom) Desa Magelung, Kecamatan Kaliwungu, sekaligus halal bihalal yang digelar pengurus ranting Madrasah Diniah Awaliyah (MDA) di Dukuh Sigrobayan, Desa Magelung, Senin (23/7) malam.

KH Danial Royan meminta kepada pengurus yang baru saja dilantik, mampu bergerak dan berjuang demi kebesaran NU dan tegaknya Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah (ASWAJA), agar bisa menangkal paham radikalisme.
KH Danial Royan, mengatakan dalam Islam di Indonesia, terdapat slametan jika ada masyarakat yang meninggal dunia. Yakni berupa pembacaan doa tiga hari, tujuh hari, dan 40 hari.

Hal ini merupakan budaya yang kontennya diisi dengan membaca Yasin dan Tahlil, untuk mendoakannya agar diampuni dosanya oleh Allah SWT, maka hal ini sangat mulia dan baik. Diakatakan, di Indonesia ini ada sekitar 18.000 pulau. Dengan kata lain, setiap satu pulau pasti ada mayoritas dan minoritas dan berbeda budaya, namun hal itu bukanlah suatu halangan untuk bisa hidup damai dan toleransi, hidup bersatu sebagai saudara satu bangsa.

“Karena punya prinsip Islam yang budaya, bermartabat dan berperadapan anti kekerasan, anti terorisme, anti radikalisme yang prinsipnya adalah Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah dan Ukhuwah Insaniyah,”kata KH Danial Royan.
Untuk itu, KH Danial Royan mengajak masyarakat ikut serta menyukseskan program sehari sedekah seribu melalui kaleng NU yang dijalankan oleh NU care-Lazisnu untuk membantu masyarakat tidak mampu, meliputi pendidikan, kesehatan, pengembangan ekonomi dan siaga bencana. Serta meminta para pengurus agar nantinya setiap rumah mempunyai kaleng masing-masing.

“Misalnya Walisongo, ulama dan kiai di Nusantara ini. Mereka saat menyebarkan dakwah Islam di Nusantara sangat menghormati budaya, sehingga masyarakat Nusantara masuk Islam hanya membutuhkan waktu 50 tahun,” ujar KH Danial Royan.

Sementara, pembicara halal bihalal dari Semarang Habib Umar Al-Muthohar, mengatakan, bahwa paham radikalisme sudah banyak muncul di Indonesia. Saat ini paham radikalisme tersebut sudah banyak ditemukan. Keberadaanya muncul untuk melunturkan budaya-budaya milik bangsa. Oleh karena itu paham yang tidak benar itu harus diluruskan.

“Hadirnya NU adalah kebangkitan para ulama untuk menununtun umat dan menghadang pergerakan paham-paham yang menghilangkan nikmat berdzikir dan nantinya akan menggangu kenegaraan bangsa kita,” kata Habib Umar Al-Muthohar.

Panitia Pelantikan dan Halal Bihalal, Ngatno mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Magelung atas partisipasinya hadir dalam acara tersebut. Ngatno mengatakan, kegiatan yang dihadiri ribuan warga itu bertujuan untuk meningkatkan tali silaturahim antar anggota, baik tingkat pimpinan ranting, kecamatan maupun tingkat cabang NU Kabupaten Kendal serta lapisan elemen masyarakat.

“Tujuan lain, untuk menangkal paham radikalisme yang berada di Kabupaten Kendal, karena saya yakin semakin kuat NU nya maka akan semakin sedikit pula celah bagi kaum radikalisme masuk di wilayah kita,” jelas Ngatno.

Sementara hadir pada acara halal bihalal ini antara lain, Ketua GP Ansor Kendal, Banom NU se-Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kecamatan Kaliwungu, Forkopimcam Kaliwungu Selatan, dan Kepala Desa Magelung serta beberapa Gus dari Pondok Pesantren di Kabupaten Kendal.(Andrew. S)

Tinggalkan Balasan