Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Jateng Beri Pujian Terhadap Kinerja Kepolisian Temanggung

0
667 views
HR mastur.SH. msi. Ketua PPM JATENG

 

HR mastur.SH. msi. Ketua PPM JATENG

Investigasinews net. Temanggung – Terungkapnya penangkapan jaringan pengedar obat-obatan terlarang di Parakan Kabupaten Temanggung oleh jajaran Kepolisian Temanggung mendapat pujian dan apresiasi dari Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Jawa Tengah HR.Mastur.SH.MSi.(2/6). Saat ditemui oleh awak media, Mastur menyampaikan rasa bangga terhadap jajaran Kepolisian khususnya resort Temanggung yg telah mampu dan mengungkap dan menangkap daripada jaringan pengedar obat terlarang yg bisa terindikasi jenis Narkotika. Lebih lanjut bahwa obat-obat terlarang tersebut sangat membahayakan terhadap generasi bangsa, oleh karena itu kami sangat mendukung sekali dan siap membantu terhadap jajaran kepolisian dalam rangka pengungkapan dan pemberantasan obat-obat terlarang yang termasuk dari jenis narkotika.

Sementara itu pengungkapan jaringan obat-obat terlarang berawal dari penangkapan Setyo Adi alias Didon yang ditangkap dirumah di desa Catur ranom Parakan oleh Polisi,  hasil tersebut kemudian dikembangkan dari pengembangan tersangka Agus dan Galih yang terungkap sebelumnya yang ditangkap di depan pasar legi Parakan, kedua tersangka kepergok saat mengedarkan obat-obatan terlarang jenis Yazindu. Kedua tersangka mendapatkan barang terlarang tersebut dari Setyo Adi alias Didon, yang akhirnya juga menyeret anak buahnya yang juga ikut mengedarkan obat terlarang yakni Slamet alias Jebeng, Alvin dan juga Erwin. Dari pengakuan para tersangka dalam mendapatkan barang secara online dengan memesan melalui aplikasi whatshap messenger kemudian barang dikirim kerumahnya.

Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti beruoa 2460 butir pil Trihexyphenidyl, 1024 pil Tramadol, uang senilai Rp. 514.00,- , 3 buah hp, 1 sepeda motor C.70, 1 lembar bukti transfer ATM, 2 buah kardus, 1 pack plastik klip, dan 1 buah kaleng rokok merk gudang garam surya warna merah.

Di lain pihak Wakapolres Temanggung Kompol Prawoko,SE.MH. membenarkan atas tertangkapnya jaringan obat-obatan terlarang di Parakan Temanggung, atas perbuatan tersebut mereka akan dikenakan pasal 196 jo pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) subsider pasal 197 jo pasal 106 ayat (1) lebih subsider pasal 198 jo pasal 108 undang-undang Republik Indonesia nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan acaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda Rp.1.000.000.000,- (satu milyar) ungkapnya

(imam/pwo)

Tinggalkan Balasan