Korban Miras Oplosan Bertambah Jadi 89 Orang

0
522 views
beberapa korban miras masih dirawat di rumah sakit
beberapa korban miras masih dirawat di rumah sakit
beberapa korban miras masih dirawat di rumah sakit
beberapa korban miras masih dirawat di rumah sakit

Jakarta , investigasinews.net – Korban tewas akibat miras oplosan di Jawa Barat dan wilayah hukum Polda Metro Jaya terus meningkat. Catatan polisi, hingga Jumat (13/4) tercatat jumlah korban tewas menjadi 89 orang.

Kadif Humas Mabes Polri, Irjen Pol.Setyo Watisto mengatakan, peristiwa itu dinilai sebagai kejadian luar biasa. ” Jumlah korban sampai hari ini (Jumat) di Polda Jabar ada 58 orang. Sementara di PMJ ada 31. Jadi total 89 orang. Mungkin di Polda Jabar bisa tambah, dan Polda Kalsel belum dapat info,” katanya di Jakarta, Jumat (13/4).

Hasil kerja keras polisi ditemukan di Jabar, sebuah bunker sebagai tempat memproduksi miras oplosan. “Pak Kapolda kemarin sudah ke TKP, meraciknya di bunker di ruang bawah tanah yang disiapkan khusus. Ini kembali lagi masalah lingkungan berperan penting, ketika masyarakat kita mengindentifikasi menggunakan alkohol,” kata Setyo.

Dia mengatakan miras oplosan yang diproduksi di bunker rumah pelaku Syamsudin Simbolon di Kabupaten Bandung cukup banyak diproduksi. Selain itu, botolnya juga dikemas dengan kemasan rapi.

Polisi menemukan ruangan itu cukup besar, dan mereka mendapati miras sudah dikemas di botol-botol (botol kemasan) yang cukup rapi. Saat ini polisi sedang mencari jaringan miras oplosan yang dijual pelaku di Kabupaten Jabar. Menurut Setyo, kandungan di dalam miras oplosan itu mengandung metanol.

Sementara Polres Sukabumi, Jawa Barat menangkap empat pelaku yang diduga menjadi penyebab tewasnya warga akibat minuman keras (miras) olposan. Keempat pelaku berperan sebabai penjual, peracik dan ada yang bertugas membeli bahan.

Empat pelaku yang ditangkap masing-masing Romi Suhardi, Hermansyah alias Ucok, Rio Perdinan alias Rio, Gensi Sinokhadi alias Bento. Beberapa pelaku lagi berstatus masih DPO berinisial B dan Agus.

Seluruh pelaku ditangkap di titik lokasi berbeda di wilayah Palabuhanratu. Peranan mereka berbeda. Beberapa pelaku ditangkap beserta barang buktinya.

Kasatreskrim Polres Sukabumi, AKP Yadi Kusyadi menyebut pelaku diamankan bersama sejumlah barang bukti berupa jerigen, minuman ringan dan minuman keras. “Dibawah kendali pak Kapolres kami langsung bergerak dan melakukan penangkapan sejumlah tersangka, sebagian kita dapat barang bukti jerigen, minuman ringan dan miras,” kata Yadi.

Hasil pemeriksaan dokter jaga RSUD Palabuhanratu terhadap para korban, dipastikan akibat mengkonsumsi minuman keras beralkohol. Polisi melakukan pemeriksaan terhadap 2 orang korban yang masih kritis, didapat keterangan bahwa sebelum mengalami gejala itu, para korban mengkonsumsi minuman keras oplosan beralkohol dengan sebutan Double G.

Di Sukabumi, korban miras oplosan terus bertambah. Satu korban lagi tewas bernama Dewo (25), yang sempat kritis di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Palabuhanratu Sukabumi. Hingga kini tercatat enam orang tewas akibat miras oplosan.

RSUD Palabuhanratu masih merawat tujuh korban lainnya dengan kondisi kritis. Kepala Seksi Pelayanan Medis RSUD Palabuhanratu Wihsnu Budiharyanto membenarkan ada pasien meninggal.

Tinggalkan Balasan