Menristek Dorong PT Terryham Proplas Indonesia Terus Kembangkan Inovasi.

0
4 views

Kendal, Investigasinews.net- Menteri Riset dan Teknologi(Menristek) Bambang Permadi Soemantri Brojonegoro, melakukan kunjungan kerja ke PT Terryham Proplas Indonesia, yang ada di Jalan Lingkar Kaliwungu Kendal, Kamis(26/11/2020).

Bersama rombongan, Menristek berkeliling meninjau ruang produksi UPVC, pusat pelatihan wira usaha, meresmikan taman perusahaan, melihat asrama vokasi industri dan rumah mitigasi.

Dalam kesempatan ini, Menristek Bambang Permadi Soemantri Brojonegoro, mengatakan, bahwa kementerian riset dan teknologi telah berupaya mendorong inovasi perusahaan yang bisa langsung mempunyai manfaat bagi masyarakat banyak.

Salah satunya adalah inovasi tentang teknologi digital, inovasi penciptaan nilai tambah dari sumber daya alam, seperti obat herbal dan BBM dari bahan bakar nabati.

Kemudian, inovasi substitusi impor yang tujuannya untuk mengurangi impor dan mengurangi ketergantungan impor, seperti yang dilakukan selama pandemi Covid-19 ini, yaitu impor ventilator atau rapid test.

” Sebetulnya, yang paling penting adalah, inovasi ini bisa langsung menjawab beberapa permasalahan yang ada di Indonesia. Seperti halnya masalah perumahan. Ya harus diakui bahwa, dari kebutuhan dasar kita yaitu sandang pangan dan papan. Namun, target papan ini yang selama ini belum juga bisa tercapai,”kata Menristek Bambang Permadi Soemantri Brojonegoro.

Untuk itu, Menristek meminta kepada PT Terryham Proplas Indonesia ini tetap dan terus memberikan pelatihan kepada siapa pun, karena nantinya akan memakai teknologi atau mengembangkan teknologi ini.

Agar masalah perumahan bisa tercapai, maka harus ada kemampuan untuk melakukan tanggap darurat bencana salah satunya merelokasi dari warga yang terdampak oleh bencana.

“Selama ini kita belum mempunyai fasilitas yang memadai untuk relokasi, kecuali mungkin tenda atau fasilitas publik yang tidak rusak,” ujar Bambang Permadi.

Dengan keberadaan teknologi UPVC terutama untuk rumah, maka diharapkan ke depan dalam tempo kurang dari satu minggu setelah bencana, korban atau warga yang terdampak bisa langsung tinggal di rumah darurat, sehingga lebih manusiawi dan lebih meningkatkan semangat warga yang terdampak untuk bisa segera melakukan pemulihan.

“Jadi kami melihat teknologi ini langsung,” papar Bambang Permadi.

Sementara itu, Direktur PT Terryham Proplas Indonesia, Samsunar, mengatakan, bahan UPVC awalnya difokuskan untuk bahan kusen dan jendela. Namun karena untuk inovasi, maka melebar kepenggunaan lain seperti rumah, warung bahkan kebutuhan nelayan seperti untuk pembuatan perahu.

“Ini rencana sesuai dengan arahan Menristek untuk penguatan inovasi. Karena UPVC tahan air, perawatannya lebih mudah, lebih kuat dan tidak cepat lapuk atau korosi dan lain sebagainya,” kata Samsunar.

Untuk harga sendiri, UPVC lebih murah dibanding dengan bahan lain.

Menurut Samsunar, kalau tidak ada aral melintang, diawal tahun 2021 nanti pembuatan perahu dengan bahan UPVC akan segera dilakukan, sehingga para nelayan akan betul-betul terbantu dengan adanya perahu yang murah dan kuat.

“Harganya 50 persen lebih murah dibanding dengan menggunakan bahan baku lain. Jika perahu dibuat dengan menggunakan bahan lain habis Rp 150 juta, maka dengan menggunakan bahan UPVC biaya hanya sekitar Rp 75 juta saja,”ujar Samsunar. (Likwi)

Tinggalkan Balasan