Nilai Rupiah Terus Melemah, Peternak Ayam Buras Terancam Bangkrut

0
356 views


Kendal, Investigasinews.net- Peternak ayam buras untuk beberapa bulan terakhir mengeluh, seiring melemahnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat(AS).

Harga jual telor peternak ke tingkat pedagang pada saat nilai rupiah 14.000 per dolar AS, seharga Rp.16 ribu, sekarang meski nilai rupiah sudah berubah menjadi 15.212 per dolar AS, rupanya nilai jual telor ke pedagang masih berkisar Rp.16 ribu hingga Rp.18 ribu.

“Wah, jika kondisi ini berlanjut lama, dikawatirkan banyak peternak ayam buras terancam bangkrut pak,”kata peternak ayam buras, Giarti(22/10).

Menurut Giarti(38) warga Kecamatan Sukorejo ini, semenjak nilai rupiah melemah, harga jual telor justru tak mengalami kenaikan. Sementara, harga pakan ternak terus merangkak naik.

Jagung, yang sebelum nilai rupiah melemah, harga perkilo gramnya hanya Rp.3500, sekarang harga perkilo gramnya naik menjadi Rp.5200. Konsentrat, yang sebelumnya harga perkilo gramnya Rp.6700, sekarang juga naik menjadi Rp. 7250.

“Saya juga heran pak. Pakan ternak terus mengalami kenaikan, tapi harga jual telor tak naik. Sementara, omzet penjualan juga terus menurun drastis,”ujar Giarti.
Giarti mengaku, untuk beberapa bulan terakhir ini, usaha yang ia geluti nyaris tak mendapatkan untung bahkan jika dikalkulasi justru merugi.

“Untuk sementara, saya bertahan dengan kondisi ini, demi mempertahankan para pekerja agar tidak menganggur,”imbuh Giarti.

Giarti berharap, nilai rupiah segera menguat agar usaha yang ia gelutinya bisa berjalan normal kembali.(Andrew. S)

Tinggalkan Balasan