Kendal, Investigasinews.net- Sungai Kendal yang melintang di tengah Kota Kendal untuk beberapa bulan terakhir, dari jembatan Masjid Agung Kendal hingga jembatan Kelurahan Balok, telah dilakukan normalisasi.

Normalisasi ini dilakukan untuk mengantisipasi sungai tersebut meluap jika di musim penghujan tiba.Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR)Kabupaten Kendal, Ir. Sugiono, mengatakan, normalisasi sungai Kendal tersebut dilakukan oleh Dinas Pusdataru Propinsi Jawa Tengah. Sedangkan untuk DPUPR Kabupaten Kendal sendiri, bertindak hanya sebagai koordinator saja.

Awalnya, normalisasi ini akan dilakukan di wilayah atas terlebih dahulu dari Kelurahan Trompo hingga jembatan dekat Masjid Agung Kendal. Akan tetapi jika wilayah tersebut didahulukan, dikawatirkan air tidak bisa cepat mengalir, karena air rob untuk beberapa bulan terakhir sering terjadi.

“Elevasi tanah(ketinggian tanah) Kota Kendal lebih rendah dibanding dengan Bandengan, sehingga jika terjadi pasang surut, air rob sudah sampai di depan Masjid Agung Kendal,” kata Sugiono.

Menurut Sugiono, kalau diukur, air rob dari depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bandengan hingga di depan Masjid Agung Kendal, jaraknya sekitar enam kilo meter.

Tidak hanya di Sungai Kendal yang mengalami rob, namun sungai Blorong juga mengalaminya, jaraknya juga sekitar enam kilo meter dari bibir pantai hingga jembatan jalan raya.

“Tiga tahun terakhir, wilayah Kendal dan Semarang telah mengalami Line Subsiden( penurunan tanah) dua hingga lima sentimeter. Hal ini diduga diakibatkan banyaknya air bawah tanah, sehingga memperparah terjadinya rob,” ujar Sugiono.

Meski demikian, Sugiono optimis bahwa dengan dilakukanya normalisasi ini, jika musim penghujan tiba, wilayah yang selama ini terendam banjir tidak akan kebanjiran lagi.

“Tahun lalu, lingkungan Kantor Kabupaten Kendal, sudah tidak lagi tergenang air. Selain sudah ditinggikan, juga karena dititik- titik tertentu yang ada gorong- gorongnya, sudah dipasang pompa air. Sehingga jika air sungai masuk ke lingkungan Pemkab, petugas dari Dinas PUPR melakukan penyedotan,” jelas Sugiono.

Bahkan, menurut Sugiono, pihak PUPR kali ini sudah mempersiapkan puluhan pompa air yang akan dipasang di gorong- gorong kampung, sehingga jika air dari sungai masuk ke gorong- gorong dan pintu airnya ditutup, petugas kemudian akan menyedotnya.

Sementara, normalisasi sungai Kendal yang kini tinggal beberapa puluh meter dari tahap rampung ini, dipastikan sebelum musim hujan tiba, sudah selesai.

“Semoga aja, pada musim hujan nanti, sudah tidak ada lagi banjir dan menggenangi permukiman penduduk,” pungkas Sugiono.

Salah satu warga Kelurahan Balok bernama Pandoli (60), mengatakan, dirinya mengaku senang dengan adanya normalisasi ini. Karena jika sungai tersebut banjir, dipastikan airnya tidak akan meluap dan menggenangi halaman rumah miliknya lagi.

“Setiap musim hujan tiba, sungai ini pasti meluap dan menggenangi rumah warga, tidak hanya sepuluh senti atau 15 senti meter saja pak, tapi sampai diatas dengkul orang dewasa,”kata Pandoli.

Pandoli berharap, dengan adanya normalisasi ini,jika musim hujan tiba, rumah dan perkampungan warga tidak terendam banjir lagi.(Tim)

Related Post

Tinggalkan Balasan

investigasinews logo
Jam Layanan & Info
Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabung dengan 8 pelanggan lain