Pecandu Narkoba Pertahun Rata-rata 12 ribu Meninggal Dunia.

0
232 views
Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kendal AKBP Sharlin Tjahaja Frimer Arie, saat
Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kendal AKBP Sharlin Tjahaja Frimer Arie, saat bersama para wartawan di ruang kerjanya.

Kendal, Investigasinews.net– Kesadaran pecandu narkotika dan obat-obatan terlarang untuk dilakukan rehabilitasi atau disembuhkan di Kabupaten Kendal dinilai masih rendah. Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kendal AKBP Sharlin Tjahaja Frimer Arie, pada acara persiapan peringatan Hari Anti Narkotika Indonesia (Hani), Rabu (11/7) di kantornya jalan Karang Kembang, Karangsari.

Sharlin menduga, pecandu enggan melapor ke BNNK Kendal, karena merasa takut ditangkap. Padahal, kenyataannya tidak seperti itu. Pecandu yang melapor dan ingin disembuhkan dari ketergantungan narkoba, pasti bakal dibantu.

‘’Pecandu narkoba didominasi oleh usia produktif, yakni 10 tahun hingga 59 tahun.Namun, berapa prosentase pecandu narkoba di Kendal, saya tidak hapal betul,”kata Sharlin.

Menurut Sharlin, dari hasil survei yang dilakukan BNN RI, pada 2017 secara nasional, terdapat 1,77 persen penduduk Indonesia yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba dan di Jateng sekitar 1,16 persen dari penduduk Jateng.

‘’Tahun 2017 kami menerima 11 pecandu narkoba, sedangkan pada 2018 hingga akhir Juni tercatat empat pecandu yang melapor dan ingin disembukan,’’ ujar Sharlin.

Dikatakan, dampak dari penggunaan narkoba rata-rata pertahun 12 ribu pecandu meninggal dunia.

Untuk itu, Sharlin mengajak kepada seluruh elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Kendal turut serta memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Hal tersebut bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat tanpa narkoba.

‘’Informasi warga sangat kami butuhkan untuk memerangi narkoba di Kendal. Warga jangan takut melapor jika mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba,’’ harap Sharlin.

Dikatakan, setiap tahun program kerja BNNK Kendal berubah-ubah. Pada 2016, membentuk kampung anti narkoba, pada 2017 membentuk kader pegiat dan relawan anti penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, Kasubag TU BNNK Kendal, Wahyu Ratriani, mengatakan, puncak peringatan Hani 2018 tingkat Kabupaten Kendal dilaksanakan pada Kamis (12/7).

‘’Acara resepsi akan kami laksanakan di Pendapa Kabupaten. Pada kesempatan nanti akankami berikan penghargaan kepada pegiat anti narkoba dari unsur pemerintah dan pendidikan,’’ kata Wahyu Ratriani.(Andrew. S)

Tinggalkan Balasan