Pembangunan Sebuah Daerah Perlu Sinergitas

0
280 views


Kendal, Investigasinews.net – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia(PHRI) Kabupaten Kendal, Selasa(10/07) gelar acara Halal Bihalal di sebuah rumah makan, yang ada di jalan arteri Kaliwungu Kendal. Dalam acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh, pengurus ormas, wartawan dan sejumlah pengusaha, termasuk ketua Kadin Jateng, Kukrit Suryo Wicaksono.

“Pembangunan sebuah daerah tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Namun diperlukan sinergitas antara kabupaten/kota yang satu dengan yang lainnya, yaitu, Kepala daerah dari Semarang, Kendal, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak harus bersinergi untuk mengembangkan wilayahnya,”kata Ketua Umum Kadin Jateng, Kukrit Suryo Wicaksono.

Menurut Kukrit, untuk mengembangkan suatu wilayah tidak bisa terlepas dari TTI, yakni tourism (pariwisata), trade (perdagangan), dan investment (investasi). Hal itu bermakna paling mudah untuk menarik perdagangan dan investasi melalui pariwisata.

‘’Kendal bisa fokus pada pengembangan perdagangan dan investasi, sedangkan Semarang pada sektor pariwisata,’’ujarnya.
Dikatakan, KIK bukan ikon dari Kendal maupun Jateng, akan tetapi merupakan ikon nasional. KIK merupakan satu-satunya proyek di Jateng yang diresmikan dua kepala negara. Menurut Kukrit, dari Semarang hingga Kabupaten Batang, jika ditarik garis, merupakan kawasan industri.

‘’Pengusaha dan pemerintah harus duduk bersama untuk mengembangkannya,’’ imbuh Kukrit.

Sementara, Ketua Stiepari Semarang, Reni Apriliani, mengatakan, keberadaan Kawasan Industri Kendal(KIK) merupakan peluang besar bagi Kabupaten Kendal. Kawasan ini membutuhkan 500 ribu tenaga kerja.

‘’Bila jumlah pengangguran di Kabupaten Kendal sekitar 30 ribu, tentu semuanya bisa terserap di KIK. Sisanya tenaga kerja bisa berasal dari kabupaten/kota tetangga,’’ kata Reni Apriliani, yang mewakili PHRI Jateng.

Reni Apriliani, menambahkan, jika KIK beroperasi, tentu bakal banyak tenaga kerja asing. Mereka membutuhkan tempat tinggal, setelah itu pendidikan untuk anak-anaknya, termasuk tempat rekreasi.

‘’Di Kendal banyak potensi pariwisata yang bisa dikembangkan. Kabupaten Kendal mempunyai daerah pegunungan dan laut. PHRI harus bisa memanfaatkan peluang tersebut,’’ujar Reni Apriliani.

Ketua DPRD Kendal, Prapto Utono, mengatakan, keberadaan jalan tol dan KIK bisa berdampak bagus terhadap PHRI. Jalan tol di Kendal terdapat tiga pintu keluar, yakni di Weleri, Pegandon, dan Kaliwungu. Bagaimana PHRI bisa menarik mereka keluar dari tol melalui tiga pintu tersebut.

‘’Di Kendal yang menarik apa? Itu harus dikembangkan. Sementara di dalam Kawasan Industri Kendal(KIK) merupakan tempat berkumpulnya karyawan dan pengusaha, sehingga peluang PHRI sangat besar. Perlu sinergitas antara pemerintah, pengusaha di kawasan industri dan PHRI. PHRI jangan khawatir. Mereka harus bisa menangkap peluang dengan keberadaan jalan tol dan kawasan industri,’’ jelas Ketua DPRD Kendal, Prapto Utono.

Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, Yusuf Darmawan, mengatakan, keberadaan KIK sangat bermanfaat bagi sekolah-sekolah. Di Kendal terdapat 49 SMK baik negeri maupun swasta dan sekolah SMA antara 37 atau 38. Kerjasama antara KIK dengan SMA/SMK bisa menyerap tenaga kerja di kawasan industri.

‘’Namun, yang tidak boleh diabaikan, yaitu dampak sosial dari kawasan industri tersebut,’’ kata Yusuf Darmawan.(Andrew. S)

Tinggalkan Balasan