Peserta Tes Perangkat Desa Akan Mengadu ke Dewan

0
378 views


Kendal, Investigasinews.net- Tes perekrutan perangkat desa yang baru terlaksana beberapa hari di sejumlah tempat, khususnya di Kabupatan Kendal, kini berbuntut panjang.
Pasalnya, sejumlah peserta yang mengikuti tes menggunakan Computer Assisted Tes(CAT) kecewa karena panitia pelaksana kurang bisa mengantisipasi permasalahan yang muncul khusunya terhadap para peserta.
Seperti yang dialami oleh peserta bernama Fajar Ahmad Fikri, warga Desa Tlahab, Kecamatan Gemuh yang mengikuti tes Kaur keuangan di Kecamatan Galih, Kecamatan Gemuh.
“Saya heran. Masak nilai baru muncul setelah 20 menit kemudian dari mengerjakan soal. Bahkan, setelah nilai muncul, nilai saya jumlahnya sama dengan peserta lain,”katanya.
Menurut Fajar, dengan adanya nilai yang jumlahnya sama ini, ia harus mengulang dengan mengerjakan 100 soal kembali.
Hal senada juga dialami oleh Nila,peserta dari Desa Triharjo, Kecamatan Gemuh. Ia mengikuti tes Kaur keuangan, namun ketika sudah selesai mengerjakan soal, justru nilainya tidak muncul, bahkan langsung diexit oleh oknum Tim Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa(TP3D), sehingga apa yang ia kerjakan selama satu jam lebih itu hanya sia- sia saja.
“Saya paknik to pak, kawatir waktunya habis. Masak disuruh mengerjakan soal lagi. Bearti tim penjaringan ini tidak becus,”katanya.
Rupanya, tidak hanya dialami oleh dua peserta yaitu Fajar dan Nila saja, namun peserta bernama Siti Munawaroh, warga Desa Purwokerto, Kecamatan Patebon juga mengalami hal serupa.
Bahkan, Siti Munawaroh ini bersama dengan tiga orang temannya mengikuti tes di STIE Semarang, nilainya juga tidak keluar setelah mengerjakan soal.
“Harusnya, setelah mengerjakan soal selesai, nilai langsung keluar. Namun justru keluar dari program dan mengulang membuka lembaran halaman laptop lagi,”katanya.
Menurutnya, dengan adanya kejadian ini ia dirugikan oleh panitia karena tidak bisa memanfatkan kesempatan ini dengan baik.
“Masak saya disuruh tanda tangan yang isinya merelakan apa yang saya alami dan ini kesalahan server dan bukan kessalahan dari saya,”jelasnya. Untuk itu, pihaknya akan melaporkan hal ini ke DPRD bersama dengan teman- temanya agar ditindak lanjuti.(Andrew. S)

Tinggalkan Balasan