PT IGN Gelar Tradisi Arak Pengantin Tebu

0
772 views


Kendal, Investigasinews.net-Tradisi wiwitan sebagai pertanda awal giling tebu masih dilestarikan di PT Industri Gula Nusantara(IGN) Cepiring Kendal. Tradisi ini, sebagai simbol kebersamaan dengan petani, sekaligus berharap hasil gula yang dihasilkan akan manis dan maksimal, yang disimbolkan dengan sepasang pengantin tebu.

Layaknya tradisi pengantin adat jawa, kedua penganten tebu yang diberi nama Siti Rohmah dan Abdullah ini dipertemukan, dalam acara panggih(pertemuan). Setelah dipertemukan, kedua boneka pengantin tebu diarak keliling pabrik.
Iring-iringan temanten tebu ini diikuti kesenian khas Kendal, sebagai bentuk pelestarian budaya dan adat setempat.

“Sepasang tebu ini, diambil dari tebu yang mempunyai kualitas baik, dan diyakini akan memberikan berkah bagi karyawan dan warga sekitar pabrik,”kata Direktur PT.IGN Benardi Dharmawan.

Pemilihan nama pengantin tebu, Abdullah dan Siti Rohmah, bukanlah sekadar nama. Pengantin tebu pria Abdullah diyakini agar gula yang dihasilkan nantinya mempunyai rasa manis, kualitasnya bersih dan membawa berkah bagi karyawan dan warga sekitar pabrik.
Sementara nama Siti Rohmah, untuk pengantin tebu wanitanya, diyakini menjadi komoditas utama bagi warga sekitar dan masyarakat luas serta hasil gula yang manis.

Setelah diarak keliling pabrik, manten tebu diserahkan kepada dua perwakilan produksi penggilingan dan selanjutnya untuk dilakukan penggilingan.

“Prosesi manten tebu tahun ini, memang tidak seperti pelaksanaan pada tahun –tahun sebelumnya, karena PT IGN ini sempat berhenti produksi sekitar tiga tahun yang lalu,”ujar Benardi Dharmawan(15/09).
Namun yang lebih penting, kata Benardi Dharmawan, dalah doa yang telah disampaikan oleh sang kayai.

“Makna kirab penganten tebu ini sebagai bentuk kebersamaan petani dengan pabrik, yang selama ini telah terjalin dengan baik,”imbuh Benardi Dharmawan.

Benardi Dharmawan juga mengatakan, sebelum PT IGN ini berhenti tiga tahun silam, kapasitas produksinya sekitar dua ribu ton perhari. Namun untuk September 2018 ini, atau produksi perdana pihaknya menarjetkan bisa sampai 40 ribu ton perhari.

Sementara itu, Bupati Kendal, dr. Mirna Annisa, mengaku bersyukur atas kembalinya PT IGN ini untuk beroperasi. Karena selain bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar, juga bisa mengurangi angka pengangguran khusunya yang ada di wilayah Cepiring dan Kendal sekitarnya.(Andrew.S)

Tinggalkan Balasan