Ratusan Bangunan Liar di Atas Saluran Induk Bodri Ditertibkan

0
605 views
Petugas Dinas Pusdataru Jawa Tengah, dibackup TNI, polisi dan Satpol PP tertibkan ratusan bangunan berada di Sempadan Saluran Induk Bodri Kiri, berada di enam desa di Kecamatan Gemuh
Petugas Dinas Pusdataru Jawa Tengah, dibackup TNI, polisi dan Satpol PP tertibkan ratusan bangunan berada di Sempadan Saluran Induk Bodri Kiri, berada di enam desa di Kecamatan Gemuh

Kendal, Investigasinews.net – Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jawa Tengah, Senin (2/7) melakukan penertiban 140 bangunan berada di Sempadan(Bantaran Sungai) Saluran Induk Bodri Kiri, di enam desa di Kecamatan Gemuh. Enam desa tersebut, yakni Desa Sedayu, Pampriyan, Galih, Cepokomulyo, Triharjo dan Sojomerto.

Kepala Balai Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Bodri Kuto Indah Sulistyowati, mengatakan, sebanyak 140 bangunan berada di Sempadan yang ditertibkan. Sebelum penertiban itu dilakukan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi penertiban bangunan di Sempadan Saluran Induk Bodri Kiri dengan instansi terkait, yakni Camat, Kepala Desa, Polsek, Koramil, Satpol PP dan UPTD.

Pemberitahuan dan sosialisasi akan dilakukannya penertiban bangunan tersebut sudah diberikan kepada pemilik bangunan jauh hari sebelumnya. Dengan pemberitahuan dan sosialisi tersebut tidak ada penolakan dari warga pemilik bangunan sehingga penertiban dapat dilakukan dengan baik dan berjalan dengan lancar.

“Alchmadulillah, penertiban bangunan ini tidak ada penolakan. Karena bangunan-bangunan yang berdiri di sempadan Saluran Induk Bodri Kiri itu sebenarnya tidak diperkenankan,”kata Indah Sulistiowati.
Menurut Indah, pada penertiban bangunan tersebut, warga membongkar sendiri sesuai berita acara yang ditandatangai pemilik bangunan. Namun bagi yang bangunannya permanen dan warga kesulitan membongkarnya pihaknya membantu membongkarnya dengan alat berat.

Sementara itu, Camat Gemuh, M Fatoni, mengatakan, penertiban bangunan di Sempadan itu dilakukan dari Pemerintah Provinsi. Adapun dari Pemerintah Kabupaten dan kecematan membantu suksesnya penertiban tersebut.

“Bangunan-bangunan itu berdiri diatas tanah milik pengairan PSDA Provinsi. Sebelumnya sudah kami sosialisasikan hingga tiga kali. Sebelum penertiban ini, banyak warga yang sudah membongkar sendiri bangunan miliknya. Bagi yang kesulitan membongkar, maka dibantu petugas dengan menggunakan alat berat,” kata M. Fatoni(Andrew. S)

Tinggalkan Balasan