Rayakan Kemerdekaan, Santri Gelar Khataman Qu’ran

0
270 views
Gus Basyarohman saat memimpin mujahadah kemerdekaan di halaman Ponpes Miftahul Huda, Kaliwungu.
Gus Basyarohman saat memimpin mujahadah kemerdekaan di halaman Ponpes Miftahul Huda, Kaliwungu.

KENDAL,Investigasinews.net- Komunitas Ngaji Ngopi Hepi (KNNH) bersama ratusan santri dari Pondok Miftahul Huda, Magelung, Jumat(16/08) menggelar Mujahadah Kemerdakaan.

Pimpinan KNNH, Gus Basyarohman mengatakan, acara digelar selain untuk merayakan HUT RI ke 74, juga menguri- uri tradisi doa bersama serta mendoakan semua Pahlawan yang telah berjuang dan merebut kemerdekakan Republik Indonesia(RI).

Tak ketinggalan pula, ratusan santri yang diasuh KH Baduhun Badawai juga menggelar khataman Quran 30 Juz di acara tersebut. Mereka kemudian bersholawat bersama jamaah KNNH di Masjid Pondok Miftahul Huda setempat.

“Acara ini kami gelar untuk memupuk rasa percaya diri santri. Apalagi mereka adalah generasi emas bangsa ini yang akan menjadi cahaya untuk kemajuan negeri,” kata Pimpinan KNNH, Gus Basyarohman.

Menurut Gus Basyarohman, para ulama terdahulu adalah bukti bagi kemajuan dan kemerdekaan NKRI. Dimana pada masa penjajahan, Indonesia belum memiliki tentara dan persenjataan lengkap. Tapi ulama telah mendirikan pesantren dan pasukan militan yang siap bertempur merebut kemerdekaan RI.

Lain halnya yang dilakukan Santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah, Mororejo, Kaliwungu. Untuk memeperingati HUT RI ribuan menggelar pawai dan upacara bendera. Uniknya upacara dilakukan ala santri mengenakan kostum pondok, yakni bersarung dan memakai sendal jepit saja.

Hal yang sama juga dilakukan ribuan santri Pondok Pesantren APIK Kaliwungu. Dengan mengenakan pakaian ala santri, sarungan dan berpeci mereka menggelar upacara bendera di halaman Masjid Al Mutaqin Kaliwungu.

Tidak ada seragam hanya baju putih dan sarung hitam yang dikenakan ribuan santri ini, mereka juga tidak mengenakan sepatu dan hanya beralas kaki sandal. Sementara peci yang dikenakan diberi bendera merah putih sebagai tanda cinta terhadap tanah air Indonesia.

Meski tidak berseragam dan hanya mengenakan sarung, santri ini khidmat mengikuti upacara bendera memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 di halaman parkir Masjid Al Mutaqqin Kaliwungu Sabtu (17/08) pagi.

Begitu pula petugas pengibar bendera merah putih, tidak mengenakan celana panjang tetapi tetap mengenakan sarung berwarna putih. Upacara bendera HUT kemerdekaan Republik Indonesia ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2016 dan setiap tahun dilaksanakan oleh santri.

Penasehat santri Ponpes APIK Kaliwungu, Aden Sanaya mengatakan mulai dari petugas upacara hingga pembina upacara seluruhnya adalah santri.

“Pengasuh ponpes hanya memberi dukungan agar santri menyelenggarakan upacara bendera hari kemerdekaan Republik Indonesia. Ada 1200 santri yang ikut dalam upacara bendera ini, dengan mengenakan sarung yang merupakan pakaian wajib santri,”jelas Aden Sanaya.(Tim)

 

Tinggalkan Balasan