RSUD Soewondo Kendal Adakan Simulasi Penanganan Pengidap Virus Corona

0
100 views
Dokter Dedi Supriyadi, Sp.PO. M.Kes., sedang memberikan materi kepada sejumlah peserta simulasi di aula Rumah Sakit Umum Dokter Soewondo Kendal.(FOTO: Invest/Likwi)

Kendal, Investigasinews.net- Rumah Sakit Umum Dokter(RSUD) Soewondo Kendal melakukan Simulasi Penanganan Pengidap Virus Corona, di aula rumah sakit setempat, Selasa (28/01/20).

Acara ini diikuti oleh sejumlah dokter, perawat dan pegawai kebersihan. Selain sosialisasi cara penanganan dan menghindari adanya penularan virus Corona, sosialisasi juga memperagakan cara memakai masker dan werpark agar petugas tetap aman

Dokter Dedi Supriyadi, Sp.PO. M.Kes selaku narasumber mengatakan, masyarakat untuk tidak makan sembarangan terutama binatang liar menyusul adanya virus Corona yang beberapa hari ini menjadi sorotan dunia.

“Penularan lewat kontak atau bersentuhan. Hindari garuk-garuk tubuh atau mengusap- usap di sekitar mata. Lebih baik petugas membiarkan saja jika sedang menangani pasien,” kata dr. Dedi Supriyadi.

Untuk itu jika petugas sedang menangani pasien, supaya sering- sering membersihkan benda- benda yang sempat dipegang -pegang oleh pasien.

“Jangan pakai alkohol yang kadarnya dibawah 70 persen. Lebih baik pakai alkohol yang kadarnya 75 %, karena lebih efektif,”ujar dr. Dedi Supriyadi.

Petugas sedang memperagakan cara memakai maskker dan werpak yang benar.

Dokter Dedi Supriyadi juga mengatakan, saat memeriksa pasien, dokter atau perawat harus memakai masker, kaos tangan, dan cuci tangan pakai sabun setelah menangani pasien.

Selain itu, dr. Dedi Supriyadi juga meminta kepada masyarakat khususnya keluarga pasien bisa menjaga diri termasuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Terduga virus Corona, juga jangan sembarangan bersin disaat banyak orang. Karena bersin bisa menular,” tegas Dedi Supriyadi.

Sementara, kepada petugas kebersihan rumah sakit, Dedi Supriyadi meminta untuk tidak memakai alat pembersih dari ruangan satu ke ruangan lain.

“Alat pembersih yang dipakai jangan digunakan di tempat lain. Harus tetap di satu tempat,”pungkas Dedi Supriyadi.(Likwi)

Tinggalkan Balasan