Rumah Dilelang, Warga Bandungan Tuntut Keadilan.

0
714 views

Ungaran, Investigasinews.net- . Gara-gara menunggak hutang disalah satu BPR AM Semarang, Chrisdianingsih,Warga Rt OO3 Rw 002 Kelurahan Bandungan Kecamatan Bandungan Kabupaten Ungaran Jawa Tengah, kini rumah satu-satunya telah dilelang pihak BPR AM.

Setelah dilelang, Chrisdianingsih diusir oleh Pihak Pemenang Lelang dengan dikeluarkan seluruh perabotan rumah tangga dari dalam rumah miliknya, Sabtu( 29/12).

“Kami hanya menuntut keadilan, masak rumah yang harganya Rp 700 jutaan dilelang hanya Rp 200 juta. Kami minta kembalian atas selisih harga tanah tersebut,” katanya.

Chrisdianingsih merasa sedih, karena rumah satu-satunya yang telah dihuni bertahun-tahun untuk tempat berteduh bersama anak-anaknya dilelang dan hilang begitu saja, tanpa ada rasa perikemanusiaan.

“Kalau kami keluar dari rumah ini, terus kami harus tinggal dimana. Ini milik kami satu-satunya, yang bisa kami tempati dengan anak-anak. Kami akan tetap bertahan disini sampai ada keadilan untuk kami,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) Nahdlatul Ulama Jawa Tengah, Akhmad Robani Al-bar turut prihatin atas nasib yang menimpa salah seorang warganya itu.

” Ibu bertahan saja dirumah itu, jika diusir dan dirusak barang-barangnya, laporkan saja ke Polisi,”katanya saat dihubungi lewat telponnya.

Akhmad Robani juga menyayangkan atas kasus ini, karena pelaksanaan eksekusi itu, mestinya merupakan kewenangan Pengadilan.

“Memang ini dilema, tapi harus ada dasar yang kuat untuk membela rakyat yang lemah,” imbuhnya.

Selanjutnya, pihak BPR AM Semarang melalui suratnya bernomor : 92/BPR.AM/COI.L/XI/2018 tertanggal 9 Nopember 2018 dan Surat bernomor: 107/BPR.AM/COI.L tertanggal 21 Nopember 2018 yang ditandatangani direkturnya, memberitahukan kepada pihak Chrisdianingsih atas pelaksanaan lelang rumahnya SHM No.950, atas nama Nasro terletak di Kelurahan Bandungan Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang.

Kemudian kepada pihak-pihak yang saat ini sedang menempati, menghuni, menggunakan, menguasai obyek agunan, sebagaimana tersebut diatas diharapkan agar mempersiapkan diri dan segera melakukan pengosongan dan atau melepaskan penguasaannya atas obyek agunan tersebut serta menyerahkannya kepada PT. BPR AM.

Namun anehnya dalam surat keterangan pemenang lelang yang dikeluarkan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan lelang tertanggal 5 Desember 2018 , justru obyek lelangnya berbeda, yaitu sebidang tanah dan bangunan SHM No. 950 luas 297 M2 di Kelurahan Bandungan Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang.

Sedangkan yang ditulis Pihak PT. BPR AM Semarang yaitu SHM No. 950 atas nama Nasro terletak di Kelurahan Bandungan Kecamatan Abarawa, Kabupaten Semarang. ( TIM)

Tinggalkan Balasan