Sapi Bantuan Habis,Ratusan Warga Desa Mojoagung Demo.

0
724 views

 

Kendal,Investigasinews.net- Ratusan warga Desa Mojoagung, Kecamatan Plantungan, Kamis (31/1), melakukan aksi demo atas dugaan korupsi bantuan sapi di Balai desa setempat.

Gatot Prasetyo, kordinator lapangan, mengatakan, aksi demo yang dilakukan Warga Desa Mojoagung ini, berkaitan dengan bantuan sapi dari pemerintan sebanyak 61 ekor.

Bantuan tersebut diberikan pada kurun waktu tahun 2011 hingga 2016 silam, untuk Desa Mojoagung. Namun seiring dengan perjalanannya waktu, sapi- sapi tersebut bukannya bertambah, melainkan tinggal 10 ekor.

“ Sapi awalnya 61 ekor. Masak sekarang bukannya bertambah, tapi malah berkurang. Ini kan tidak beres dalam pengelolaanya,”kata Gatot Prasetyo.

Menurut Gatot, bahwa bantuan sapi sedikit demi sedikit habis dan diduga dijual dan dimanfaatkan oleh pemerintah desa yang salah satunya dilakukan oleh oknum perangkat desa setempat, berinisial AM, selaku ketua kelompok sekaligus penggagas dan pengusul bantuan sapi.

“Karena dalam pelaksanaanya sapi bantuan tersebut dijual tanpa sepengetahuan anggota kelompok, dan hasilnya tidak jelas, AM harus bertanggungjawab,”ujar Gatot Prasetyo.

Dikatakan, sejak awal tahun 2011 Desa Mojoagung, menerima bantuan sapi secara bertahap yaitu 25 ekor, kemudian 9 ekor dan yang terakhir 27 ekor dengan jumlah 61 ekor.

“Semua sapi sekarang sudah habis. Tidak ada yang tersisa. Biasanya jika ada pemeriksaan, mereka meminjam sapi milik warga, agar seolah- olah masih utuh,”imbuh Gatot Prasetyo.

Akibat ulah oknum AM ini, para pendemo menuntut agar oknum perangkat desa atau AM segera mengundurkan diri dari jabatanya.
Sementara itu, oknum perangkat desa, AM membenarkan bahwa sapi memang telah dijual karena sakit dan juga alasan lain yang sudah diketahui atau atas persetujuan petugas dari dinas pertanian.

“Mekanisme penjualan sapi sudah kami lakukan dan sudah ada berita acaranya karena memang kondisi sapi tidak memungkinkan untuk dipelihara,”ujar AM.

Ditempat terpisah, Aktivis Pergerakan Sukorejo(APS) , Tirto mengatakan, bahwa dirinya mensinyalir telah terjadi penggelapan sapi bantuan pemerintah dengan memanipulasi data, dengan melaporkan seolah- olah sapi sakit, dan saat ada pemeriksaan justru menggunakan sapi pinjaman.

Tirto berharap, kasus ini segera mendapat penanganan dari aparat penegak hukum,agar warga segera mendapat kepastian. (TIM)

Tinggalkan Balasan