Siswa SMP 2 Pegandon Tempati Gedung Baru. Anak- anak Mengaku Senang

0
767 views


Kendal, Investigasinews.net–SMPN 2 Pegandon yang merupakan salah satu sekolah di Kabupaten Kendal yang tergusur pembangunan Jalan Tol Semarang- Batang sudah selesai pembangunannya.

Bahkan, tepat memasuki tahun ajaran baru gedung sekolahan tersebut bisa ditempati. Lokasi gedung yang baru ini, juga berada tak jauh dari sekolah lama yang berjarak kurang lebih 300 meter.

“Saya senang, karena di tahun ajaran baru 2019/2020 ini, saya dan teman- teman bisa menempati gedung sekolah yang baru,”kata salah satu siswa kelas VIII-A bernama Agus Haycal.

Menurut Agus Haycal, ia mengaku senang karena bisa menempati gedung baru dan kondisi sekolahpun juga lebih nyaman dan tenang jika dibandingkan dengan sekolah sebelumnya.

‘’Sewaktu pembangunan jalan tol, kami sering kurang bisa konsentrasi ketika mengikuti mata pelajaran pelajaran. Suara bising dan debu menjadi makanan sehari-hari,”ujar Agus Haycal, Senin (15/7).

Hal senada juga disampaikan Dewi Mutiati siswi kelas IX E. Menurut dia, bahwa ketika menempati sekolah yang lama dan jalan tol masih dibangun, banyak debu dan suara bising mengganggu aktivitas sehari- harinya, ketika berada di sekolah.

Namun sekarang setelah pindah, sura bising dan debu tidak lagi.

‘’Sekarang suasana lebih tenang. Lokasinya juga tidak jauh dari sekolah lama,’’ tutur Dewi Mutiati.
Kepala SMP 2 Pegandon, Darmono, mengatakan bahwa, pihaknya menempati gedung baru tersebut statusnya masih pinjam pakai dan bangunan sekolahpun masih dalam masa pemeliharaan dari kontraktor.

“Kontraktor belum menyerahkan bangunan sekolah kepada Pemkab Kendal. Namun, kami melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal telah mengajukan permohonan pinjam pakai dan disetujui oleh kontraktor jalan tol,’’ kata Darmono.

Darmono mengatakan bahwa, pindahan sekolah dilakukan sejak Kamis 11 Juli 2019 lalu, dan belum semuanya perlengkapan dari sekolah lama dipindahkan.

‘’Nanti sambil berjalan, kami pindahkan. Seperti internet, kipas angin, kursi dan meja sekolah juga akan kami pindah semua. Memasang internet maupun kipas angin membutuhkan tenaga ahli, termasuk penghijauan di lingkungan sekolah,’’ jelas Darmono. (Andrew. S)

Tinggalkan Balasan