Ketua PPM Jateng versi Musda Semarang, HR. Mastur Darori, SH. MSi.

Semarang,Investigasinews.net- Surat Keputusan(SK) Kepengurusan Pemuda Panca Marga (PPM) Propinsi Jawa Tengah yang diterbitkan DPP PPM pusat beberapa bulan lalu untuk Musda PPM versi Solo, menjadi polemik di internal organisasi para anak cucu veteran.

Pasalnya, selain penyusunan pengurusnya tidak transparan dan tidak aspiratif, juga masih dimonopoli pihak Keraton Surakarta. Hal tersebut disampaikan Ketua PPM Jateng versi Musda Semarang, HR. Mastur(29/09).

“Saya menolak SK PPM Jateng versi Solo tersebut. Itu kan tidak benar. Masak personil kepengurusannya dimonopoli orang Keraton. Mestinya semuanya diajak rembugan, bukan hanya main catut namanya,”kata HR. Mastur.

Bahkan, Mastur juga akan segera meminta klarifikasi terhadap DPP PPM Pusat atas penerbitan Skep tersebut tanpa musyawarah dengan PPM Jateng versi Musda Semarang.

“Sebagai organisasi besar, harusnya DPP PPM pusat bersikap dewasa dalam mengambil keputusannya, bukan hanya mendengar dari satu pihak. Ini kan tidak aspiratif dan dapat menghambat kemajuan PPM Jateng kedepan,” tandas HR. Mastur.

Aktivis Srikandi PPM Jateng, Rini, juga menyesalkan atas penerbitan SK PPM Jateng versi Solo tersebut yang diduga hanya disusun oleh oknum PPM Jateng yang kiprahnya tidak jelas dan tidak tahu medan.

“Masak orang sudah mati dan masih di dalam penjara dimasukan dalam kepengurusan,” ujar Rini.

Menurut Rini, ia dengan teman-teman penggiat PPM Jateng lainnya yang selama ini selalu aktif dalam berbagai kegiatan bersama KODAM IV Diponegoro Jateng berencana akan melakukan konsolidasi untuk menyelamatkan PPM Jateng dari keterpurukan dan upaya pecah belah dari oknum pengurus PPM yang diduga hanya akan mengeruk keuntungan untuk kepentingan pribadi.

“Kami akan segera konsolidasi, nanti tempatnya di Mako,” ungkap Rini.

Dari informasi yang ada, dualisme kepengurusan PPM Jateng mencul setelah DPP PPM Pusat melaksanakan Musda PPM Jateng di Solo beberapa waktu lalu, yang memilih Ketuanya, GKR. Ayu Koes Indriyah yang juga Adik Kandung GPH. Wirobumi.

Padahal, sebelumnya, Musda yang resmi sudah diselenggarakan di Semarang yang Ketua terpilih adalah HR. Mastur, SH, MSi. Dan belakangan ini, justru DPP PPM Pusat menerbitkan SKEP. NO. 34 Kepengurusan PPM Jateng untuk Musda kubu Solo tertanggal 25 Februari 2018, sehingga memicu polemik di internal Aktivis PPM Jateng. (TIM)

Related Post

Tinggalkan Balasan

investigasinews logo
Jam Layanan & Info
Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabung dengan 8 pelanggan lain