SOPIR HARAP HATI- HATI JIKA BAWA PASIEN TERDUGA HIV

0
289 views

Kendal, Investigasinews.net-Rumah Sakit Islam(RSI) Weleri Kendal, menggelar seminar “Evakuasi, Rujukan dan Bantuan Hidup Dasar” di aula rumah sakit setempat, Kamis (16/01/20).

Seminar ini diikuti oleh sejumlah anggota dari Muhammadiyah Disaster Management Center(MDMC), sopir ambulance, polisi Polres Kendal, polisi Polres Batang, KAI, Dishub Kendal, Baznas Kendal, dan anggota Jasa Marga.

Sedangkan nara sumber dari seminar ini antara lain yakni, spesialis dokter anestasi, dokter spesialis ortopedi, spesialis dokter jantung, anggota polisi Polres Kendal, dan sopir yang telah berpengalaman.

Direktur RSI Weleri Kendal, Suhadi, mengatakan, seminar ini dilakukan atas dasar adanya korban kecelakaan yang dibawa ke Rumah Sakit Islam Weleri Kendal, cukup sering dan hampir setiap hari, dan yang terbanyak dari jalur Tol.

Ada juga dari jalan raya Pantura dan jalur kereta api. Selain itu, selama ini penanganan dari RSI masih parsial, belum secara komprehensif dan belum ada saling keterkaitan atau kerjasama yang bagus, baik dari polisi dan pihak Jasa Marga.

“Sering kali pasien ditangani dengan baik, ternyata tidak ada identitasnya. Kita mau melakukan tindakan, jika tidak ada keluarganya kan sulit dan jadi kendala,” kata direktur RSI Weleri Kendal, Suhadi.

Untuk itu, dengan adanya seminar ini, diharapkan ada suatu kerjasama yang baik dari dinas Jasamarga, Kepolisian, Dishub, KAI dan rumah sakit sendiri.

Karena keberhasilan penanganan kecelakaan itu bukan hanya ditentukan dari pekerjaan rumah sakit, tetapi dimulai dari proses awal kecelakaan, sampai dengan transportasinya.

“Jika ada koordinasi yang baik, saya yakin pasien bisa ditangani dengan baik,”ujar Suhadi.

Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU), Taufik Husein, meminta kepada sang sopir untuk berhati-hati khususnya dalam membawa pasien. Karena penyakit pasien itu berbeda –beda, ada yang sakit panas, demam, flu, batuk, diare bahkan korban kecelakaan.

“Kalau yang dibawa itu ternyata pasien HIV, sementara sopir tidak membawa pelindung yang memadahi, kan bisa menular jika sopir itu mengangkat dan pegang- pegang pasien,”kata Taufik Husein.

Untuk itu, Taufik Husein meminta sopir ambulance untuk tetap berhati- hati jika membawa pasien terkena HIV, karena penularan HIV ini biasanya waktu berlangsungnya satu hingga dua bulan.(Likwi)

Tinggalkan Balasan