Sopir, Karnet dan Mantan Penjaga Malam Berkomplot Curi 19.000 Karton Minuman Teh Kemasan

0
11 views
Kapolres Kendal AKBP Ali Wardana saat sedang menginterogasi empat komplotan pencuri.(FOTO:Invest/Likwi)

Kendal, Investigasinews.net- Polres Kendal menggelar konferensi pers di halaman kantor setempat terkait tertangkapnya empat komplotan pencuri yang melakukan aksinya di sebuah perusahaan produsen minuman teh kemasan cup, Rabu(29/1/20).

Terungkapnya aksi pencurian ini berkat adanya laporan dari pihak perusahaan ke Polsek Boja. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh unit Reskrim Polsek Boja, menyimpulkan bahwa pencurian dilakukan empat orang berinisial ES alias Mendo, DRA alias Duweh, S alias Nonok dan R alias Wahe.

Keempatnya tersangka ini, adalah Warga Desa Merbuh, Kecamatan Singorojo, Kendal . Dan mereka merupakan mantan karyawan PT. Trisumber Lintas Nusantara (TLN) .

Setelah dilakukan penangkapan dan pemerikasaan terhadap para tersangka, bahwa pencurian dilakukan pada malam hari pada saat kantor dalam kondisi sepi dan tidak ada penjaga malam.

“Cara yang mereka lakukan, masuk ke kantor melalui jendela ruang atas yang tidak dikunci, kemudian membuka gudang dari dalam. Setelah itu, keempat tersangka bersama – sama mengambil barang dan diangkut menggunakan mobil box,” kata Kapolres Kendal AKBP Ali Wardana.

Kapolres mengatakan, pencurian tersebut dilakukan secara berulang-ulang sejak bulan September sampai dengan November 2019 lalu, dan dilakukan dua sampai tiga kali dalam satu minggu.

“Tiap kali pengambilan barang ,berkisar antara 200 sampai 600 karton dan setiap karton berisi 24 cup minuman,”ujar Kapolres Kendal AKBP Ali Wardana.

Polisi menyita barang bukti berupa 23 kertas dokumen delivery order, 3 lembar kertas hasil audit kantor PT. TLN Pusat Bandung, serta mobil box dan 5 karton minuman teh kemasan cup 160ml merk teh eco.

“Kerugian perusahaan sendiri ditaksir kurang lebih RP. 350.000.000. Atas perbuatanya, para tersangka dijerat pasal 363 ayat 1 dengan pidana juncto pasal 64 KUHP pidana tentang pencurian dengan pemberatan dilakukan secara berlanjut dengan ancaman pidana 7 tahun hukuman penjara,” imbuh Kapolres Kendal AKBP Ali Wardana.

Salah satu tersangka Es, mengaku nekat melakukan pencurian ini karena terhimpit kebutuhan ekonomi. Karena untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari- hari, tidak cukup hanya mengandalkan dari upah sopir pabrik.

“Upah saya sebagai sopir tidak cukup untuk mencukupi kebuhuhan hidup rumah tangga saya, jadi saya nekat berkomplot untuk mengambil barang- barang milik perusahaan,”kata ES.(Likwi)

Tinggalkan Balasan