Sudah 11 hari Belum ada Hasil, Warga Tergusur Tol Akhirnya Pulang Kampung

0
592 views
Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Prapto Utono, S.Sos. Di Tengah- tengah Kerumunan Warga
Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Prapto Utono, S.Sos. Di Tengah- tengah Kerumunan Warga
Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Prapto Utono, S.Sos. Di Tengah- tengah Kerumunan Warga
Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Prapto Utono, S.Sos. Di Tengah- tengah Kerumunan Warga

Kendal, Investigasinews.net-Isak tangis menyertai kepulangan sekitar 125 orang warga dari delapan desa yang ada di Kabupaten Kendal yang tergusur pembangunan jalan tol Batang- Semarang. Mereka ini, sudah 11 hari sejak 27 April lalu, telah mendirikan tenda di depan Kantor DPRD Kendal.

Setelah sampai ke kampung halaman, mereka akan mendirikan posko dan tenda- tenda darurat di dekat lokasi pembangunan jalan tol Semarang- Batang, dimana selama ini mereka tinggal.

“Sebetulnya, kami ini sudah betah tinggal di depan Kantor DPRD Kendal dengan mendirikan tenda, namun karena batas waktu sudah habis, akhirnya hari ini kami harus meninggalkan lokasi, sambil menunggu hasil dari Komisi V DPR RI dan Ombudsman,”kata salah satu Warga Nolokerto, bernama Nurhasan Alimin(07/05).

Menurut Nurhasan Alimin, warga yang tergusur pembangunan jalan tol Batang- Semarang ini, akan mendirikan posko dan tenda- tenda darurat di dekat pembangunan jalan tol yang divasilitasi pemerintah, sambil menunggu hasil dari DPR RI dan Ombudsman.

Sementara itu, ketua DPRD Kabupaten Kendal, Prapto Utono mengatakan, pihaknya telah mengupayakan bagi warga tergusur pembanguan jalan tol Batang- Semarng ini, untuk tinggal di Rumah Susun(rusun) sebelum hasil keputusan dari DPR RI dan Ombudsman ada, namun mereka lebih memilih untuk tinggal di kampung halamannya dengan mendirikan tenda- tenda darurat.

“Saya berharap, mereka bersabar menunggu hasil dari DPR RI dan Ombudsman yang akan melakukan ukur ulang luasan tanah dan bangunan yang telah digusur pihak pengembang jalan tol Semarang- Batang,”kata Prapto Utono.

Menurut Prapto Utono, warga tergusur pembanguan jalan tol Batang- Semarang ini, tetap meminta pengukuran ulang kembali dan minta harga ganti rugi lahan ditinjau ulang, karena uang ganti rugi yang sudah dititipkan di Kantor pengadilan Negeri Kendal ini, dirasa mereka belum cukup.

(Andrew. S)

Tinggalkan Balasan