Kendal, Investigasinews.net- PT Terrypham Proplas Indonesia(TPI), 27 hingga 30 Agustus 2019 mengadakan Bimbingan Teknis SDM Industri UPVC 2019 bagi sejumlah karyawannya di ruang meeting perusahaan tersebut.

Acara ini, dibuka oleh Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi, Direktorat Jenderal Industri Kimia Farmasi Tekstil Kementerian Perindustrian, Taufik Bawazir.

Pada kesempatan ini, Taufik Bawasir mengatakan bahwa PT Terrypham Proplas Indonesia yang berada di Jalan Lingkar Kaliwungu Kendal ini, harus bisa mengambil pasar yang ada di dalam negeri.

Pertama, pasar yang dibiayai pemerintah yang menggunakan dana APBN dan APBD dan kedua pasar bebas. Tak hanya itu saja, Terryham Proplas Indonesia juga harus bisa ikut tender, sehingga berpotensi untuk menang dan mengalahkan produk impor yang sejenis.

Apalagi, jika pemerintah bisa memberikan preferensi harga, dan itu akan menjadi lebih bagus.

” Biasanya, barang impor banting harga murah dan mengklaim barangnya bagus. Sehingga, barang produk nasional akan terseok- seok.
Makanya dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri ( TKDN) ini, ada garansi dan keperpihakan dari pemerintah untuk bersaing dan melindungi produk dalam negeri,” kata Taufik Bawazir.

Menurut Taufik Bawasir, jika industri dalam negeri tumbuh, bisa menyerap tenaga kerja, bisa membayar pajak dan juga bisa expor dan lain sebagainya.

” Coba bayangkan. Jika terjadi PHK dan sebagainya akibat produk nasional diserbu oleh barang- barang impor, yang rugi kita sendiri kalau industrinya kalah bersaing. Dan tentunya, bayar pajaknya juga turun, kontribusi dari ekonomi industri juga turun,” ujar Taufik Bawasir.

Untuk itu lanjut Taufik Bawasir, pemerintah harus ikut andil untuk meningkatkan industri dalam negeri sendiri agar kuat.

Tentunya, pihak industri dalam negeri harus bisa mengimbangi dengan kwalitas, caranya yaitu dengan melakukan pemberdayaan SDM supaya lebih maju.

Direktur Terrypham Proplas Indonesia, Samsunar mengatakan bahwa UPVC ini merupakan produk baru. Tentu masih ada kendala yaitu edukasi market dan SDM.

” Yang paling mendasar sebetulnya adalah SDM dibagian perakitan.Karena diperakitan ini menggunakan mesin tersendiri dan teknologinyapun juga baru, sehingga perlu pelatihan,”kata Samsunar.

Menurut Samsunar, jika nanti penyebaran UPVC bagus karena banyak permintaan, sementara tenaga yang mengerjakan tidak ada, nanti justru akan menjadikan masalah.

Intuk itu, agar nantinya tidak muncul permasalah maka dirinya inten akan terus mengadakan diklat bagi karyawan di bagian pemasangan UPVC.(Tim)

Related Post

Tinggalkan Balasan

investigasinews logo
Jam Layanan & Info
Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabung dengan 8 pelanggan lain