Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Kabupaten Kendal Cukup Tinggi.

0
3 views
Kepala Dinas Kesehatan(Dinkes) Kabupaten Kendal, Ferynando Ratbonay, di Kantornya, Jalan Waluyo, Pegulon Kendal, Rabu.(FOTO:Invest/Likwi)

Kendal, Investigasinews.net- Untuk saat ini data positif Covid -19 di Kabupaten Kendal sudah menembus angka 2341orang.Dari 2341orang ini, 72, 87 persen sudah sembuh. Dan tingkat kesembuhannya pun sebenarnya cukup tinggi, kurang lebih 1306 orang.

Kemudian yang masih dirawat, baik itu isolasi mandiri maupun dirawat di rumah sakit, jumlahnya ada 537 orang atau 22, 93 persen. Sedangkan yang meninggal dunia ada 98 orang atau 4,1 persen dari yang positif.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kesehatan(Dinkes) Kabupaten Kendal, Ferynando Ratbonay, di Kantornya, Jalan Waluyo, Pegulon Kendal, Rabu(26/11/2020) malam.

Menurut Fery, bahwa jika dilihat prosentasinya yang meninggal, untuk Kabupaten Kendal masih lebih rendah dibandingkan dengan angka rata-rata Jawa Tengah.

Rendahnya tingkat angka yang meninggal ini, menurut Fery, karena berbagai upaya yang dilakukan Dinkes dan semua pihak terkait. Namun beberapa belakangan ini mulai meningkat karena memang dikisaran dua minggu terakhir ini, petugas kesehatan sedang melakukan tracing kepada anggota KPU maupun petugas lapangan yang ada di tingkat desa.

“Jadi memang sedang kami lakukan test kepada mereka untuk mengetahui kesehatannya, agar pada 9 Desember 2020 nanti, semua petugas KPU tidak ada yang terpapar Covid-19,”kata Fery.

Fery mengaku, bahwa meningkatnya angka positif korona ini diakibatkan karena untuk beberapa pekan terakhir banyak petugas PPS maupun PPK yang diperiksa. Yang semula dirapid test reaktif, kemudian dilanjutkan swab test dan hasilnya positif.

Padahal, beberapa pekan terakhir ini, di Kabupaten Kendal angka reaktif maupun positif korona, sudah mengalami penurunan.

“Jika kita bicara secarara teori, dari jumlah penduduk itu, sepuluh persen pasti dinyatakan positif. Sehingga kalau kita aktif melakukan tracing, maka akan mendapat angka yang banyak,”ujar Fery.

Fery menambahkan bahwa, hasil penelitian dari Balai Latihan Tenaga Kesehatan(BLTK) Jogjakarta beberapa bulan terakhir ini, virus yang ada di Jawa Tengah, sudah bermutasi enam hingga tujuh kali dibanding dengan yang ada di Wuhan.

Bahkan tingkat penularannya lebih cepat, sehingga kasus Covid-19 di Jawa Tengah cukup tinggi. Meski demikian, tingkat penyembuhannya pun juga tinggi, termasuk di Kabupaten Kendal, yang tingkat penyembuhannya mencapai 72 persen.

Fery mengimbau kepada masyarkat khususnya masyarakat Kendal, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, yaitu selalu memakai masker saat keluar rumah, rutin mencuci tangan dengan sabun setelah melakukan aktivitas atau memegang sesuatu, dan menjaga jarak.

Fery juga meminta kepada masyarakat untuk merubah kebiasaan, yaitu yang awalnya tidak menggunakan masker, namun sekarang masker harus dijadikan bagian kelengkapan dari kebutuhan hidup sehari- hari.

“Anggap saja, jika kita tidak menggunakan masker saat keluar rumah, seolah kita lupa menggunakan baju yang berfungsi untuk menutup dan melindungi tubuh kita,”papar Fery.

Sementara, dengan adanya metode pemeriksaan Polymerase Chain Reakction(PCR) Fery mengaku senang, karena petugas lebih cepat untuk mendeteksi atau mengetahui dan mengambil tindakan sehingga bisa lebih cepat pula memutus mata rantai.

“Misalnya ada orang yang kita curigai gejala Covid-19, maka kita langsung lakukan swab test. Dan sehari hasilnya bisa keluar. Jika hasilnya positif, maka kami segera lakukan tindakan isolasi, sehingga tidak menular ke oarang lain,”pungkas Fery.(Likwi).

Tinggalkan Balasan