Tomas Kendal Respon Positif Pertemuan NU dan Muhammadiyah

0
328 views
H mastur darori
H mastur darori

Investigasinews.net. Kendal – Bertemunya silaturrohim kedua ormas terbesar di kabupaten Kendal Nadhatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah mendapat respon yang positif oleh tokoh masyarakat kendal lainnya diantaranya sebagaimana yang di ungkapkan tokoh legendaris Kendal HR Mastur SH.MSi (2/6). Yang menyatakan kegembiraannya atas bertemunya organisasi terbesar tersebut untuk memajukan Kabupaten Kendal.” Prinsipnya jika pertemuan itu buat kemajuan kendal tidak masalah.” Namun jika pertemuan tersebut bernuansa politik, perlu dihindari agar tidak menjadi gaduh umat yang ada di lapisan bawah. Ungkapanya.

Mastur juga memahami sebelum Pilkada berlangsung kedua ormas tersebut telah mendukung kemenangan Bupati Kendal terpilih.” Mestinya kedua ormas tersebut harus terus memberikan nasehat kepada Bupati Kendal untuk menjalankan fungsinya sebagai organisasi moral dan kemasyarakatan, bukan justru berpolitik praktis yang tidak mampu menahan hasratnya untuk mengganti kelamin”.tandasnya

Di tempat terpisah ketua Perkumpulan wartawan online Independen Jawa Tengah H.Ramat Dawah menyatakan sah-sah saja di era demokrasi ini siapapun untuk mengkritisi dan menilai kepekemimpinan kepala daerahnya sebagai bagian peran serta masyarakat,” betul apa yang dilakukan oleh NU dan Muhamamadiyah, silaturrohim itu akan mendatangkan rejeki dan panjang umur.”namum Rahmatpun mewanti-wanti agar kedua organisasi tersebut menjaga arwahnya karena lembaga tersebut sebagai organisasi moral dan kemasyarakayan yang banyak pengikutnya. ” NU dan Muhammadiyah bisa mengajak Bupati Kendal untuk berdialog dengan melibatkan berbagai elemen lainnya untuk memberikan masukan kritik demi kemajuan Kendal itu rasanya lebih cerdas dan bermartabat.pungkasnya

Sebagai mana di ketahui bahwa silaturrohim.NU dan Muhamadiyah telah mewacanakan bahwa Bupati Kendal mendatang harus laki-laki atau ganti kelamin hal ini direspon oleh banyak pihak karena sikap itu terkesan prematur dan terburu-buru padahal dalam peraturan perundang-undangan siapapun punya hak menjadi pemimpin.” persoalan ini sudah termasuk gender karena siapapun boleh menjadi pemimpin asal amanah atas yang dipimpinnya”.

(Imam)

Tinggalkan Balasan