Tradisi Gerebek Sumpil Ricuh

0
836 views
Gunungan Sumpil dikeroyok Warga
Gunungan Sumpil dikeroyok Warga
Gunungan Sumpil dikeroyok Warga
Gunungan Sumpil dikeroyok Warga

Kendal, Investigasinews.net- Warga Desa Kutoharjo, Kaliwungu, Kamis (26/04) melaksanakan tradisi ruwahan. Tradisi ini dimulai dengan doa bersama di sebuah Pendopo Makam Eyang Pakuwojo.

Setelah selesai melakukan do’a, gunungan sumpil, gunungan jajan pasar, gunungan berbagai macam sayuran dan buah- buahan lantas diarak keliling desa dengan tandu warga yang jaraknya mencapai sekitar empat kilo meter.

Namun sayang, sebelum acara ini selesai, gunungan sumpil, jajan pasar, sayuran dan buah – buahan yang diarak ini, keburu dikeroyok oleh ratusan warga yang berada di lokasi. Padahal, gunungan ini, sedianya akan dibagi –bagikan kepada warga setelah acara selesai, sehingga suasana menjadi ricuh.

Meski pelaksanaan ricuh, sebagian besar warga mengaku senang dengan pelaksanaan kirab ini, karena acara kirab ini merupakan tradisi turun- temurun dari nenek moyang yang harus dilestarikan.

“Kalau saya tidak mengkeroyok, saya ndak dapat apa- apa pak. Ini saya dapat wortel, terong dan kacang panjang, “kata Ani Mustika, salah satu warga Kutoharjo.

Menurut Ani Mustika, acara ruwahan ini, merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan pada saat menjelang bulan ruwah atau satu bulan menjelang Ramadhan.

Sementara itu, camat Kaliwungu, Dwi Cahyono, selaku panitia gerebek sumpil mengatakan, bahwa Sumpil ini mengandung makana, Sumeleh, Urip, Maram, Pangeran, Ikan dan L adalah Leren yang artinya berserah diri kepada Allah Subchanawah Ta’ala(SWT).

“Bahwa tradisi gerebek sumpil ini, melambangkan kedermawanan atau sedekah kepada sesama. Dan juga merupakan kebersamaan dalam berbagi riszki,”kata Dwi Cahyono.

Sedangkan bermacam-macam buah sayur mayur dan jajan pasar ini, menurut Dwi Cahyono, merupakan lambang atau rasa syukur dari hasil bumi, sehingga bisa memberikan berkah bagi masyarakat khususnya Desa Kutoharjo, Kaliwungu.

(Andrew. S)

Tinggalkan Balasan