Tradisi Takbir Keliling Desa Mlatiharjo Demak Cermin Tradisi Pluralisme 

0
827 views
Mindarwoto,SPd. Tamir Masjid Baiturrohma Desa Mlatiharjo Gajah Demak
Mindarwoto,SPd. Tamir Masjid Baiturrohma Desa Mlatiharjo Gajah Demak

Investigasinews.net Demak – Tradisi perayaan menyambut datangnya Idul fitri di setiap daerah memiliki kekhusussan tersendiri dalam menyambutnya, hal ini terlihat ketika perayaan dimalam hari dengan mengumandangkan takbiran bersama yang dilakukan masyarakat Desa Mlatiharjo Kecamatan Gajah Demak beberapa waktu lalu.

Menurut Mindarwato.SPd  selaku tamir Masjid Baiturrohman saat ditemui awak media dirumahnya minggu (17/6) menyapaikan kegiatan Takbir keliling yang dihadiri seluruh komponen masyarakat Desa mlatiharjo dari Ulama, Kepala desa dan seluruh perangkatnya, Rt/Rw dan linmas serta putra dan putri baik tua muda anak berbaur menyatu padu dengan suasan penuh kegembiraan menyambut kemenangan dengan penuh keimanan ditunjukkan oleh masyarakat.

 

Di samping itu juga dalam perayaan dengan takbir keliling yg diadakan ini menjadi kegiatan tradisi tersendiri oleh masyarakat Mlatiharjo.

Pelasanaan takbir keliling dipusatkan di depan masjid Baiturrohman dan berjalan melingkari dan melintasi seluruh desa Mlatiharjo dengan membawa berbagai atribut sebagai cermin budaya toleransi beragama atau pluralisme sebagaimana mereka membuat miniatur miniatur mini seperti masjid, ketupat, ular naga, barongsai, lilin, kapal, stupa dan lain sebagainya.

 

Mindarwoto, juga menambahkan seluruh masyarakat untuk tidak henti-hentinya untuk mendoakan desanya agar dijauhkan dari segala bencana dan rakyatnya juga diberi kemakmuran sambil bertakmid, bertasbih, mengumandangkan bacaan takbir kemenangan.tuturnya

 

Sementara ketua panitia Moh.Irfai menyambut gembira kegiatan tradisi yang ada di desa kami, ini menjadi hal menarik terhadap masyarakat itu sendiri dan mendorong bagi warga untuk slalu memberi kesan tersendiri dan membuat masyarakat yang melancong kerja diluar kota seperti jakarta,surabaya dan diluar daerah pingin rasanya kembali ke desanya hanya untuk bisa berpatisipasi bersama dan berbaur berkumpul dalam kegiatan takbiran keliling di desanya disamping sambil bersilaturrohim dan bermaaf-maafan karena disini semua elemen masyarakat berkumpul tanpa pandang bulu semua dalam suasana kegembiraan dan tetap penuh religius, mereka berkumpul di depan masjid Baiturrohman ungkapnya

(Imam)

Tinggalkan Balasan