Undip Gelar Acara Bibliokonseling untuk Tangani Anak Jalanan di Kota Semarang

0
368 views

Semarang, Investigasinews.net-Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang, belum lama ini menggelar acara seminar “Sosialisasi Proses Bibliokonseling Bagi Konselor Anak Jalanan” di Gedung Pusat Informasi Publik Kota Semarang (Balekota Semarang) Jalan Pemuda No.148 Semarang, dengan tema “Program Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM)”.

Sosialisasi tersebut dihadiri lebih dari 35 peserta diantaranya, dari mahasiswa Undip sendiri, perwakilan Perpustakaan Kota Semarang,Dinas Arsip dan Perpustakaan kota, perwakilan Yayasan Emas Indonesia,Perwakilan Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia ,serta dari yayasan lembaga terkait.

Acara seminar ini, dipimpin langsung oleh Dosen Lydia Christiani ,S.Hum,M.Hum yang didampingi oleh Dosen Yuli Rohmiyati .S.Sos ,Msi., dan didukung penuh oleh Asosiasi Tenaga Perpustakaan Indonesia, dan Yayasan Emas Indonesia, juga asosiasi terkait.

Yuli Rohmiyati mengatakan, acara ini digelar dalam rangka membangun resolusi mental agar supaya masyarakat lebih bisa sadar mengenal literatur, membaca dalam perpustakaan dan tidak hanya sekedar membaca di waktu kosong saja, akan tetapi bisa berfungsi membangun bibliokonseling bagi masyarakat.

“Bibliokonseling ini biasanya sering dipakai oleh anak jalanan, karena mereka banyak putus harapan dan mudah kembali ke jalanan,”kata Yuli Rohmiyati, di sela-sela acara seminar ini.

Lydia Christiani ,S.Hum,M.Hum., mengatakan bahwa dalam rangka program penelitian pengabdian kepada masyarakat merupakan bimbingan belajar yang membantu individu secara mandiri untuk memahami diri, lingkungan, dan belajar dari lingkungan luar.

“Saya berharap, Bibliokonseling ini bisa menjadi Pilot Project di Kota Semarang,”harap Lydia Christiani.

Kedepan, kata Lydia Christina, bisa bersinergi untuk membangun resolusi mental supaya masyarakat sadar bahwa literatur itu tidak hanya sekedar bacaan di waktu yang kosong saja, akan tetapi punya fungsi peran besar konselor untuk membangun bibliokonseling,lewat literatur itu bisa membangun pola pikir pada seseorang.

“Bibliokonseling melalui anak-anak dapat berintraksi dengan dirinya sendiri, melalui media(Literatur)yang diberikan seperti contoh,film,lagu, puisi, buku bacaan yang sudah diseleksi oleh konselor,”kata Lydia Christiani.

Menurut Lydia christiani, Bibliokonseling ini mensyaratkan penggunan literatur untuk tujuan terapeutik (Proses konseling dengan melibatkan literatur) misal mendengarkan cerita dan Puisi.

Bibliokonseling juga merupakan nama lain dari biblioterapi,yaitu membaca dan menganalisis tindakan karakter dalam literature untuk membantu dalam memecahkan masalah yang pertama kali muncul di atlantic Monthly pada th 1916.

“Bibliokonseling bisa dilakukan sendiri atau bisa untuk membantu orang lain yaitu dengan membaca buku-buku di perpustakaan. Dan Bibliokonseling ini juga bisa berfungsi sebagai terapi, humanis untuk membangun pola pikir sesorang menjadi positif,”ujar Lydia Christiani.(Mil)

Tinggalkan Balasan