UPGRIS Gelar Festival Budaya di Wisata Curug Jeglong Plantungan

0
860 views


Kendal, 12/08(Investigasinews.net)-Desa Bendosari, Kecamatan Plantungan, berkerja sama dengan Universitas PGRI Semarang(UPGRIS), Minggu(12/08) menggelar festival budaya di lokasi wisata Curug Jeglong. Festival budaya ini dilakukan untuk menguri- uri budaya sekaligus meramaikan obyek wisata tersebut.

“Tempat wisata Curug Jeglong yang berada di Desa Bendosari, Kecamatan Plantungan, Kendal ini mulai terlihat ramai sekitar satu tahun terakhir, setelah pihak desa menyentuh wisata Curug Jeglong yang masih perawan ini dengan berbagai cara,”kata ketua pengabdian Program Pengembangan Desa Mitra(PPDM), Dr. Ngasbun Egar.

Menurut Egar, meski sudah disentuh pihak desa dan mulai dikunjungi banyak orang, tetap saja tempat ini perlu sentuhan dari pemerintah setempat.

Saat ini, pihak desa terus berupaya melakukan cara agar tempat wisata Curug Jeglong yang indah ini bisa dikunjungi banyak orang dengan membangun fasilitas di lokasi tersebut.

Tahun 2018 ini sudah memasuki tahun kedua pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, pihak UPGRIS telah menggelar acara festival budaya yang diikuti oleh sejumlah paguyuban dengan dana berasal dari Kemenristek Dikti. Selain ketua PPDM yang hadir pada acara ini, anggota lain seperti Fitri Yulianti,M.Pd. dan Siti Musarokah, M. Pd. juga hadir.

Semenjak bekerjasama dengan UPGRIS menggelar acara hiburan dan festival budaya ini, tempat tersebut mulai banyak dikenal masyarakat sekitar dan masyarakat umum. Meski demikian, pihak desa tetap saja mengharap uluran tangan dari pemerintah setempat untuk membantu kemajuan tempat wisata Curug Jeglong ini.

“Agar perekonomian masyarakat desa bisa maju, dan bisa menghidupi wilayahnya sendiri, serta masyarakat bisa berdaya dan kesejahterannya meningkat, kami tetap mengharap pihak pemerintah untuk ikut andil,”ujar Egar.

Sementara itu, Kepala Desa Bendosari, Kukuh Kundarto, mengatakan, wisata alam Curug Jeglong di desanya ini, erat sekali dengan seni budaya, karena seni budaya di desanya banyak sekali yaitu, seni kuda lumping, seni untulan, seni barongan, seni tari dan lain sebagainya.

“Kami mengharap pihak pemerintah setempat ikut berpartisipasi mengembangkan wisata Curug Jeglong ini. Karena jika wisata Curug Jeglong ini bisa ramai dikunjungi banyak orang, otomatis perekonomian desa akan meningkat,”kata Kukuh Kundarto.

Tak hanya perekonomian desa saja yang akan meningkat, desa- desa yang lain terutama desa tetangga juga akan meningkat dan bisa mengurangi pengangguran.

“Kalau wisatanya ramai dikunjungi banyak orang, tentu warga sekitar banyak yang ikut bekerja di sini, dan otomatis mereka memperoleh pendapatan,”ujar Kukuh Kundarto.(Andrew.S)

Tinggalkan Balasan